Krimsus86.com-Pasuruan — Dua pelaku begal yang merampas motor dua perempuan asal Sidoarjo saat hendak mendaki di Bukit Premium, Pasuruan, Jawa Timur, ternyata bukan pertama kalinya beraksi.
Sebelumnya, pelaku berinisial JF dan SAS itu diketahui sudah pernah melakukan kejahatan serupa di beberapa lokasi lain.
Panit I Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Iptu Ario Senopati Joyonegoro mengatakan, kedua pelaku komplotan begal itu memang bukan residivis. Namun, mereka sudah pernah beraksi di enam lokasi. Lokasi tersebut tersebar di dua kabupaten, yakni empat lokasi di Kabupaten Malang dan dua lokasi di Kabupaten Pasuruan.
“Jadi modusnya sebenarnya cuma mencuri, karena kemarin korban melawan akhirnya pelaku dengan sengaja melukai korban dengan celuritnya,” jelasnya, Senin (4/5/2026).
Sebelum Beraksi, Pelaku Kelilingi Pemukiman Warga
Sebelum melakukan aksi begal, lanjut Ario, pelaku mengelilingi beberapa wilayah permukiman warga dan jalanan yang terpantau sepi.
Pada malam kejadian, Sabtu (2/5/2026), ED (23) dan HN (22) yang menjadi korban begal merupakan pemotor ketiga yang melintas. Sebelumnya terdapat dua pengendara motor yang hampir menjadi korban.
“Dia menunggu korbannya sebanyak dua kali. Jadi korban pertama lewat gagal, calon korban kedua sudah lewat, gagal,” katanya.
“Akhirnya, korban ketiga ini yaitu dua orang wanita ini yang sepeda motornya berhasil mereka ambil paksa, atau mereka rampas,” tukas Ario.
Saat Penangkapan, Satu Pelaku Ditembak Kakinya
Ario menerangkan, pelaku berinisial JF ditangkap di tempat persembunyiannya di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, pada Senin (4/5/2026).
Saat ditangkap, JF mengaku kepada polisi bahwa dia berperan sebagai joki. Dari keterangannya, pelaku lain berinisial SAS berperan sebagai eksekutor.
“Kemudian, kita melanjutkan pengejaran di daerah Kemangi, Tutur, Ngembal Pasuruan. Tepatnya di rumah pelaku kedua berinisial SAS warga setempat,
Saat proses penangkapan, SAS sedang bersembunyi di kandang sapi belakang rumahnya. Ketika keberadaannya diendus, dia berusaha melawan sehingga polisi melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak bagian kaki.
“Nah saat kami sergap, tersangka berupaya melarikan diri, sehingga terpaksa kami lakukan tindakan tegas dan terukur,” imbuh Ario.
Dari hasil pemeriksaan, kendaraan yang dirampas dari korban dijual ke penadah berinisial M. Saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku tersebut.
Kronologi Pembegalan
Peristiwa berawal pada Sabtu (2/5/2026), korban ED dan HN asal Sidoarjo hendak menuju wisata pendakian Bukit Premium, Kandangsari Kidul, Mojorejo, Tosari, Pasuruan, sekitar pukul 04.30 WIB.
Namun, saat berada di wilayah Tutur, tepatnya pintu masuk wisata Bhakti Alam Ngembal, korban dipepet dua pria tidak dikenal yang menggunakan hoodie hitam dan masker mengendarai motor matic hitam.
Setelah dipepet, pelaku berupaya menghentikan paksa korban dengan cara menodong senjata tajam berupa celurit untuk mengancam. Korban terkejut akhirnya terjatuh.
Korban berusaha mempertahankan motor Honda Scoopy bernopol W 3650 NET. Tetapi, pelaku langsung membacok korban ED hingga mengenai bahu kiri. Berhasil merampas motor korban, pelaku melarikan diri ke jalur bawah arah Welang menuju Kejayan.
Akibat pembacokan tersebut, korban mengalami luka 15 sentimeter dan mendapatkan 12 jahitan di bagian luar serta dalam.
(Red/Krimsus86.com)
Catatan redaksi: Korban sudah mendapat perawatan medis. Polda Jatim mengimbau warga hindari melintas jalan sepi pada dini hari dan segera lapor ke 110 jika melihat tindak kejahatan.






