Satgas Saber Pangan Pusat Pantau Pasar Lemabang Palembang, Pasokan Aman dan Harga Bapokting Relatif Stabil Jelang Hari Besar Keagamaan

Krimsus86.com, Palembang, 8 Maret 2026 – Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Pusat melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Lemabang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (8/3).

Pemantauan ini dilakukan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah guna memastikan pasokan pangan tetap aman serta harga di tingkat pasar tetap terkendali.

Berita Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional sekaligus Ketua Pelaksana Satgas Pangan, Dr. I Gusti Ketut Astawa, Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho dari Satgas Pangan Bareskrim Polri, Satgas Pangan Polda Sumatera Selatan, Polrestabes Palembang, serta perwakilan dari Perum Bulog, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Sumatera Selatan, dan enumerator SP2KP Kementerian Perdagangan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah harga komoditas pangan masih terpantau relatif stabil. Harga cabai rawit merah berada pada kisaran Rp75.000 hingga Rp85.000 per kilogram, cabai keriting Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram, bawang merah Rp41.000 per kilogram, dan bawang putih Rp38.000 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi berkisar antara Rp120.000 hingga Rp140.000 per kilogram tergantung kualitas, daging ayam sekitar Rp38.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp29.000 per kilogram.

Untuk komoditas beras, beras premium dijual sekitar Rp74.000 per lima kilogram, sedangkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada pada kisaran Rp59.000 per lima kilogram.

Adapun harga gula curah tercatat Rp17.500 per kilogram dan gula kemasan Rp18.500 per kilogram. Minyak goreng Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter.

Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho menyampaikan bahwa secara umum kondisi pasokan bahan pokok di Pasar Lemabang masih aman dengan distribusi yang berjalan lancar serta harga yang relatif terkendali.

“Secara umum pasokan bahan pokok di Pasar Lemabang aman dan harga relatif terkendali. Meskipun harga cabai rawit merah masih berada di atas harga acuan pemerintah, namun saat ini sudah mulai menunjukkan tren penurunan,” ujarnya.

Satgas Pangan juga mengingatkan para pedagang dan pengecer agar menjual bahan pokok sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada Satgas Pangan apabila menemukan praktik penjualan bahan pokok yang melebihi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, Dr. I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa pemantauan langsung ke pasar merupakan langkah penting untuk memastikan kondisi riil pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.

Menurutnya, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah guna menjaga keseimbangan pasokan serta stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar serta stok tetap tersedia di pasar. Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar menjelang Idulfitri,” jelasnya.

Pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait akan terus melakukan pengawasan secara intensif di berbagai daerah. Selain itu, intervensi pasar juga diperkuat melalui penyaluran beras SPHP, operasi pasar, serta distribusi komoditas strategis lainnya.

Di sisi lain, Perum Bulog wilayah Sumatera Selatan menyatakan kesiapan untuk menyuplai beras SPHP dan minyak goreng Minyakita kepada para pedagang guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

Bulog juga mengimbau para pedagang untuk menjadi Mitra Bulog dengan melengkapi persyaratan administrasi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) agar distribusi pasokan pangan dapat berjalan lebih optimal.

Pemerintah berharap menjelang Idulfitri harga bahan pokok tetap stabil dan ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap terjaga.

(MEDIA GROUP DPP FRIC)

Pos terkait