Polisi dan pihak sekolah memediasi kasus dugaan perundungan yang melibatkan sejumlah siswa SMA Negeri 1 Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 

Polisi dan pihak sekolah memediasi kasus dugaan perundungan yang melibatkan sejumlah siswa SMA Negeri 1 Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Krimsus86.com – Indramayu Jawabarat – Sebanyak enam siswa yang diduga terlibat tampak menangis saat meminta maaf kepada orang tua mereka dalam pertemuan yang digelar pada Kamis (20/11/2025).

Berita Lainnya

Pantauan di lokasi, para siswa bersama orang tua hadir dalam mediasi tersebut. Mereka diminta menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Salah satu siswa bahkan terlihat sujud dan mencium kaki ibunya sebelum dipeluk erat oleh sang ibu.

“Udah jangan diulangi lagi,” ucap sang ibu sambil menenangkan anaknya.

Kepala SMA Negeri 1 Losarang, Ade Sumantri, menjelaskan bahwa mediasi dilakukan bersama pihak kepolisian dan aparat pemerintah. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.

Ade menegaskan bahwa peristiwa tersebut bermula dari candaan yang berlebihan, bukan tindakan kekerasan fisik. Pemeriksaan terhadap korban tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan.

“Mungkin karena berguraunya terlalu sehingga ada yang sakit hati, makanya hari ini kita pertemukan,” ujar Ade.

Ia menambahkan bahwa baik korban maupun para siswa yang terlibat tetap akan mendapatkan pendampingan dan perlindungan yang sama.

“Saya yakin kejadian ini menjadi titik balik agar mereka menjadi anak yang lebih baik,” katanya.

Sebagai bentuk sanksi edukatif, enam siswa yang terlibat akan dijadikan duta anak baik di sekolah. Mereka diwajibkan menjadi pelopor dalam berbagai kegiatan positif, termasuk gerakan bersih-bersih sekolah. Para siswa juga akan berada dalam pengawasan khusus, tidak boleh terlambat hadir, dan wajib mengikuti kegiatan seperti salat berjamaah.

“Mereka akan kami jadikan duta anak baik di sekolah. Mudah-mudahan ini bisa berhasil,” ujar Ade.

Ade mengungkapkan peristiwa yang menghebohkan itu terjadi pada Rabu (19/11/2025), bertepatan dengan kegiatan Milad SMA Negeri 1 Losarang dan Hari PGRI. Saat guru dan sebagian besar siswa fokus pada acara, beberapa siswa diketahui menyelinap ke area belakang sekolah.

Kejadian bermula ketika korban diduga mengacungkan jari tengah kepada kakak kelasnya sehingga memicu kekesalan. Situasi kemudian berlanjut hingga terekam dalam video berdurasi 18 detik yang belakangan viral di media sosial.

“Setelah terjadi ikatan itu juga yang bersangkutan (korban) ngiket kembali, ngiket temannya. Tapi momen itu tidak terekam, akhirnya menimbulkan narasi yang luar biasa,” jelas Ade.

Ade meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan video yang beredar. Ia khawatir penyebaran wajah para siswa akan berdampak buruk pada psikologis dan masa depan mereka.

“Ini karena masa depan mereka masih panjang,” ucapnya.

Meski telah diselesaikan secara kekeluargaan, pihak sekolah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh serta memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Liput. SMA negri Losarang

Wardono hs .s.e Korwil jawabarat

Krimsus86.com Jabar

Pos terkait