Kapolres Toba Ajak Masyarakat Perkuat Alert System dan Keluarga Jadi Benteng Anti Narkoba

Krimsus86.com Toba, 3 Mei 2026 — Kapolres Toba, AKBP V.J. Parapaga, S.I.K., menghadiri kegiatan temu ramah bersama Pemerintah Kabupaten Toba dan masyarakat yang berlangsung di Kantor Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Toba Audy Murphy Sitorus, Anggota DPRD Kabupaten Toba Darma Siagian, Camat Pintu Pohan Meranti Erwin Simangunsong, Kapolsek Porsea IPTU Rollys Marpaung, jajaran Sat Narkoba Polres Toba, Kepala Desa Meranti Timur Robinson Sarumpaet, unsur BPD, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat.

Berita Lainnya

Dalam dialog bersama warga, masyarakat menyampaikan harapan agar pemerintah dan kepolisian dapat meningkatkan penanganan terhadap maraknya tindak pencurian dan peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Pada kesempatan itu, personel Sat Narkoba Polres Toba, AIPTU Daud Siregar, memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggolongan narkotika berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, yang membagi narkotika ke dalam tiga golongan, mulai dari yang berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan hingga yang digunakan untuk kepentingan medis terbatas. Ia juga menjelaskan dampak berbahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya terhadap kesehatan fisik maupun mental.

Dalam sambutannya, Kapolres Toba AKBP V.J. Parapaga menyampaikan bahwa keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu tantangan dalam pelayanan kepolisian.

“Polisi tidak dapat hadir selama 1×24 jam di setiap tempat. Namun kami berterima kasih atas dukungan masyarakat dalam membantu tugas-tugas kepolisian,” ujarnya.

Kapolres mengajak masyarakat untuk memberdayakan potensi dan jaringan sosial di lingkungan desa, serta meningkatkan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sistem kewaspadaan dini atau alert system terhadap berbagai potensi tindak kejahatan.

Selain itu, Kapolres mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan hotline 110 yang dapat diakses selama 24 jam untuk melaporkan kejadian tindak pidana maupun kondisi darurat lainnya, seperti kecelakaan.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa peredaran narkoba tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga merusak tatanan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan memerangi narkoba. Peran keluarga sangat penting sebagai benteng utama dalam melindungi generasi muda,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan komunikasi dengan anak-anak guna mencegah pengaruh negatif narkoba.

“Awasi anak-anak kita, ciptakan lingkungan keluarga yang nyaman agar mereka tidak mencari pelampiasan di luar yang dapat merugikan diri sendiri,” tambahnya.

Di sisi lain, Polres Toba terus melakukan upaya penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba. Namun, Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi dan menjaga keamanan lingkungan.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dalam menyelesaikan permasalahan, melainkan tetap mengedepankan proses hukum yang berlaku.

Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, tertib, serta terbebas dari penyalahgunaan narkoba dan tindak kejahatan lainnya.(Arzaq Khair//red)

Pos terkait