GAASS Gelar Aksi, PT Bukit Asam Berikan Klarifikasi

GAASS Gelar Aksi, PT Bukit Asam Berikan Klarifikasi

Krimsus86.com – Palembang, 5 November 2025 — Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Selatan (GAASS) menggelar aksi unjuk rasa di kantor perwakilan PT Bukit Asam (PTBA) di Palembang, Selasa (4/11/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap dugaan pencemaran lingkungan dan konflik lahan yang disebut melibatkan perusahaan tambang batubara milik negara tersebut.

Berita Lainnya

Koordinator aksi GAASS, Medi, menyampaikan bahwa pihaknya menerima banyak laporan masyarakat dan pemberitaan media mengenai dugaan kerusakan lingkungan akibat aktivitas PTBA. Ia menyoroti keberadaan debu batubara dari stockpile PTBA yang dinilai mencemari udara dan kawasan sekitar Sungai Musi.

“Kami melihat debu-debu batubara berhamburan ke udara dan mencemari lingkungan sekitar. Ini tentu berdampak bagi masyarakat,” ujar Medi dalam orasinya.

GAASS juga menyoroti aktivitas tongkang pengangkut batubara yang diduga melebihi kapasitas saat melintas di bawah Jembatan Ampera. Kondisi tersebut dinilai berpotensi merusak fasilitas umum dan meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, mereka menuntut penyelesaian konflik lahan antara PTBA dan warga di kawasan Tanjung Enim yang disebut belum tuntas.

“Ada warga yang mengaku digusur tanpa ganti rugi yang layak. Konflik ini sudah lama berlangsung tanpa penyelesaian jelas,” tambah Medi.

Organisasi tersebut juga mengingatkan PTBA agar memperbaiki pengelolaan lingkungannya, mengingat pada tahun 2020 perusahaan pernah dijatuhi vonis terkait pelanggaran lingkungan.

PT Bukit Asam Sampaikan Tanggapan

Menanggapi aksi tersebut, Asyhari Prima Nanda, Penjabat Manager Umum PT Bukit Asam, menyatakan bahwa perusahaan menghargai setiap bentuk kritik dan masukan dari masyarakat. Ia menegaskan PTBA berkomitmen menjalankan kegiatan operasional yang sesuai dengan ketentuan lingkungan dan regulasi yang berlaku.

“Kami mengapresiasi masukan dari teman-teman mahasiswa. Untuk tongkang batubara, kami pastikan tidak ada yang overload. Kami juga sudah berkoordinasi dengan KSOP, dan jika ditemukan tongkang melebihi kapasitas, itu bukan milik PTBA,” jelas Asyhari.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas penambangan PTBA telah mengikuti prosedur yang ditetapkan pemerintah.

“Kami berkomitmen menjalankan operasi tambang yang berwawasan lingkungan dan terbuka terhadap kritik demi perbaikan berkelanjutan,” pungkasnya.

Pewarta: Hendri Gradak
Sumber: Krimsus86.com

 

Pos terkait