KRIMSUS86.COM JAKARTA – Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center, Dian Surahman, bersama Sekretaris Jenderal DPP FRIC, Deden Hardening, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menyelenggarakan proses rekrutmen anggota yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Dalam keterangannya, Ketua Umum FRIC menegaskan bahwa proses rekrutmen merupakan fondasi utama dalam membangun institusi Polri yang profesional dan berintegritas. Oleh karena itu, seluruh tahapan seleksi harus terbebas dari praktik kecurangan, pungutan liar (pungli), maupun percaloan.
“FRIC mendukung penuh langkah Polri dalam mewujudkan sistem rekrutmen yang bersih dan transparan. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan aparat penegak hukum yang berintegritas serta mendapatkan kepercayaan masyarakat,” ujar Dian Surahman.
Peran Aktif Masyarakat dalam Pengawasan
Senada dengan hal tersebut, Sekjen DPP FRIC menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal jalannya proses rekrutmen agar tetap berjalan sesuai prinsip yang telah ditetapkan.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para peserta seleksi dan keluarga, untuk tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Apabila ditemukan indikasi kecurangan, masyarakat diharapkan segera melaporkan melalui kanal resmi yang telah disediakan,” tegas Deden Hardening.
Dorongan untuk Rekrutmen Berintegritas
FRIC menilai bahwa partisipasi publik dalam pengawasan merupakan elemen penting dalam menciptakan sistem rekrutmen yang adil, objektif, dan berintegritas. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam memberantas praktik-praktik yang mencederai proses seleksi.
Dengan adanya sinergi antara Polri dan masyarakat, FRIC optimistis proses rekrutmen dapat berjalan secara transparan dan menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas, profesional, serta siap menjalankan tugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan rekrutmen Polri yang bersih, transparan, dan berkeadilan,” tutup pernyataan tersebut.(Js//red)






