Anak Hanyut di Sungai Kriyan Ditemukan, Babinsa Turut Evakuasi Jenazah di Hari Ketiga Pencarian

Krimsus86.com Kota Cirebon, 6 Mei 2026 — Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, korban anak hanyut di Sungai Kriyan akhirnya ditemukan pada hari ketiga, Rabu pagi (6/5). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir Pantai Kesunean, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Korban diketahui bernama Afandi Akbar (10), warga RW 02 Mandalangan, Kelurahan Kesepuhan. Proses evakuasi jenazah dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD Kota Cirebon, PMI, serta perangkat Kelurahan Kesepuhan dan Kecamatan Lemahwungkuk.

Berita Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Kelurahan Kesepuhan, Serka Tuhardi, turut terjun langsung membantu proses evakuasi bersama tim di lokasi penemuan. Hadir pula Danramil 1403/Lemahwungkuk, Kapten Arh Hotas Manalu, yang memantau langsung jalannya proses evakuasi.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim Inafis Polres Cirebon Kota, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan kesepakatan pihak keluarga, jenazah kemudian diserahkan untuk dimakamkan.

Rencananya, pemakaman akan dilaksanakan di TPU Cibetok Gambirlaya Selatan, Kelurahan Kesepuhan, Kota Cirebon.

Danramil 1403/Lemahwungkuk, Kapten Arh Hotas Manalu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja keras melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan. Ia juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.

“Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.

Sementara itu, Babinsa Kelurahan Kesepuhan, Serka Tuhardi, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab dalam membantu setiap kesulitan warga.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, terutama di wilayah bantaran sungai yang rawan terjadi kecelakaan.

Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.(Tim Media Fric)

Pos terkait