Krimsus86.com/Karawang, 7 November 2025 —
Mentari pagi baru saja menampakkan sinarnya di langit Cadaskertajaya. Namun suasana Balai Desa sudah ramai dipenuhi senyum dan semangat warga. Dari ibu-ibu yang membawa anaknya, pemuda, hingga para tokoh masyarakat yang datang bersalaman, semuanya menyatu dalam satu irama harapan: mengantarkan H. Nurki S.Pd mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Cadaskertajaya.
Dengan langkah perlahan namun pasti, H. Nurki berjalan menuju Balai Desa. Di setiap langkahnya, terlihat pancaran tekad dan keikhlasan , yang siap mengabdikan diri untuk warga masyarakat desa Cadaskertajaya.
“Hari ini bukan sekadar hari pendaftaran, tapi hari di mana saya meneguhkan niat untuk berjuang bersama masyarakat. Saya ingin membangun desa ini dengan hati, bukan hanya dengan janji,” ucap H. Nurki dengan suara bergetar setelah menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia pemilihan.
Bagi warga, sosok H. Nurki bukanlah nama asing. Ia dikenal sebagai pribadi santun, dekat dengan masyarakat, dan aktif dalam kegiatan sosial serta pendidikan di desa. Tak heran, dukungan mengalir dari berbagai penjuru dusun. Warga datang bukan karena diminta, tapi karena merasa terpanggil, karena mereka melihat harapan baru pada sosok yang mereka percayai.
“Beliau orang yang selalu hadir kalau ada warga yang butuh bantuan, tidak pandang siapa. Kami ingin pemimpin seperti itu , yang mengerti rakyat kecil,” tutur seorang ibu rumah tangga sambil menahan haru.
Pendaftaran calon kepala desa tahun 2025 ini memang menjadi momen penting bagi masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Cadaskertajaya. Setiap calon harus memenuhi persyaratan administratif, mulai dari surat permohonan, dokumen kependudukan, surat keterangan sehat, hingga berkas resmi yang diserahkan kepada panitia pemilihan.
Namun di balik tumpukan berkas dan aturan itu, tersimpan nilai besar: pengabdian untuk desa tercinta.
Pendaftaran bakal calon kepala desa akan ditutup pada 10 November 2025, sebelum panitia melanjutkan ke tahap verifikasi.
Namun semangat warga Cadaskertajaya seolah tak mengenal batas waktu. Dukungan terus berdatangan, bukan hanya dari tokoh masyarakat dan pemuda, tetapi juga dari mereka yang sekadar berharap desa ini kian maju dan damai.
“InsyaAllah, jika diberi amanah, saya ingin menjadikan Cadaskertajaya sebagai desa yang maju, religius, dan penuh kebersamaan. Saya percaya, kemajuan hanya bisa dicapai kalau kita melangkah bersama, bukan berjalan sendiri,” ujar H. Nurki menutup pernyataannya dengan mata yang berkaca-kaca.
Dan pagi itu, di tengah semilir angin dan doa warga, langkah H. Nurki menjadi simbol dari tekad, dan pengabdian.
(Red)*






