Puncak Perayaan HUT RI ke-81 di Tegal Rejo, Kolaborasi Seni Campursari Ngudi Lestari dan Sanggar Widho Kawedar Sajikan Malam Penuh Harmoni

MUARA ENIM, KRIMSUS86.COM — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, ditutup dengan semarak melalui pertunjukan seni dan budaya yang berlangsung meriah, Sabtu malam (29/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB hingga larut malam tersebut menghadirkan kolaborasi seni antara Grup Campursari Ngudi Lestari yang telah genap berusia 25 tahun di bawah pimpinan Sucipto, bersama Sanggar Widho Kawedar yang memasuki usia ke-6 tahun di bawah asuhan Mahfud Wibowo.

Berita Lainnya

Pertunjukan seni budaya ini menjadi puncak rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Desa Tegal Rejo dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ratusan warga tampak memadati area pertunjukan untuk menyaksikan penampilan musik campursari dan berbagai tarian tradisional yang disajikan sepanjang malam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Dwi Windarti, S.H., M.Hum., Kepala Desa Tegal Rejo, para sesepuh seni dan budaya, perwakilan KOWIS PT Bukit Asam (PTBA), serta sejumlah tokoh masyarakat.

Pemerintah Desa Dukung Pelestarian Seni Tradisional

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tegal Rejo menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk terus memberikan dukungan terhadap kegiatan seni dan budaya tradisional sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Pemerintah desa akan selalu mendukung semua kegiatan seni tradisional agar dapat terus lestari dan tidak dimakan oleh waktu. Seni adalah identitas kita, dan pelestariannya merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya di hadapan para seniman dan masyarakat.

Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari para pelaku seni dan masyarakat yang hadir. Keberadaan kelompok seni tradisional dinilai memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai kesenian daerah.

Sementara itu, Dwi Windarti, S.H., M.Hum., dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Mari kita semua menikmati acara ini dengan tertib, aman, dan lancar. Keberadaan seni seperti ini sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ungkapnya.

Kolaborasi Dua Generasi Seni Tradisi

Kolaborasi antara Grup Campursari Ngudi Lestari dan Sanggar Widho Kawedar menjadi salah satu daya tarik utama dalam malam puncak perayaan tersebut.

Grup Campursari Ngudi Lestari yang telah berkarya selama seperempat abad tampil bersama Sanggar Widho Kawedar yang membawa semangat generasi muda dan inovasi dalam pengembangan seni tradisional.

Paduan musik campursari yang khas dengan penampilan tarian-tarian tradisional berhasil menciptakan suasana penuh kegembiraan. Penonton tampak menikmati setiap penampilan yang disuguhkan, sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap keberadaan seni dan budaya lokal.

Kolaborasi tersebut juga menjadi gambaran bahwa seni tradisional dapat terus berkembang melalui regenerasi serta kerja sama antara para seniman senior dan generasi penerus.

UMKM Turut Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

Tidak hanya panggung seni yang menjadi pusat perhatian, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi acara.

Sejumlah stan UMKM tampak menyediakan berbagai jajanan pasar, kuliner khas, makanan ringan, hingga minuman segar bagi masyarakat yang hadir.

Kehadiran para pelaku UMKM turut menambah semarak suasana sekaligus membuka peluang bagi masyarakat kecil untuk meningkatkan pendapatan melalui kegiatan ekonomi selama perayaan berlangsung.

Warga dapat menikmati pertunjukan seni sambil berbelanja dan mencicipi berbagai produk kuliner yang disediakan oleh pelaku UMKM setempat.

Dengan berakhirnya pertunjukan seni budaya tersebut, rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Tegal Rejo resmi ditutup dengan penuh kebersamaan dan kegembiraan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk merawat dan melestarikan budaya, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Semangat kebersamaan yang terbangun melalui seni dan budaya diharapkan dapat terus terjaga, sekaligus menjadi warisan positif bagi generasi mendatang.

Pewarta: Herytasrony

Redaksi KRIMSUS86.COM

Pos terkait