BUMDes “Melati Indah” Disorot, Ancaman Lahan Terjual Picu Kekhawatiran Publik

Krimsus86.com/Karawang –
Polemik pengelolaan dan transparansi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Melati Indah” di Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, kian mencuat ke permukaan.

Sorotan tajam datang dari berbagai kalangan, termasuk pengamat kebijakan publik, , yang menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele.
Berdasarkan pemberitaan Updatenews.id tertanggal 2 Mei 2026, BUMDes yang baru berjalan sekitar delapan bulan tersebut kini menghadapi kekhawatiran serius dari masyarakat. Pasalnya, unit usaha yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa itu berdiri di atas lahan sewa. Ironisnya, di lokasi tersebut kini terpasang papan bertuliskan bahwa tanah tersebut dijual.

Berita Lainnya

Kondisi ini memicu keresahan warga. Mereka mempertanyakan keberlanjutan operasional BUMDes jika lahan tersebut benar-benar berpindah kepemilikan. Harapan besar yang semula disematkan pada BUMDes sebagai tulang punggung ekonomi desa perlahan berubah menjadi kecemasan akan masa depan yang tidak pasti.

“BUMDes seharusnya menjadi solusi, bukan justru menimbulkan ketidakpastian,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi polemik tersebut, Asep Agustian SH MH , yang akrab disapa Askun, menegaskan bahwa BUMDes merupakan bagian dari program pembangunan yang menggunakan dana negara, sehingga wajib dikelola secara transparan dan akuntabel Rabu, 06 Mei 2026.

“Apapun program pembangunan di desa, yang pasti dari Dana Desa yang digelontorkan pemerintah, kalau tidak jelas peruntukannya maka jeruji sel menanti,” tegasnya.

Pernyataan tersebut bukan sekadar peringatan, melainkan penegasan bahwa setiap pengelolaan dana publik memiliki konsekuensi hukum yang tidak bisa diabaikan. Transparansi, menurutnya, bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Kini, masyarakat Desa Cengkong menanti kejelasan. Mereka berharap pemerintah desa dan pengelola BUMDes segera memberikan penjelasan terbuka, sekaligus memastikan bahwa “Melati Indah” tetap berdiri kokoh sebagai harapan, bukan sekadar mimpi yang terancam pupus.

(Red)*

Pos terkait