INDRAMAYU, Krimsus86.com — Warga Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, mengeluhkan proyek galian pemasangan pipa gas yang dinilai tidak kunjung dirapikan oleh pihak pelaksana, PT Pertiwi. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan serta membahayakan masyarakat sekitar.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa bekas galian proyek dibiarkan terbuka tanpa penanganan yang memadai. Akibatnya, saat hujan turun, ruas Jalan Manunggal Gang Bongas kerap tergenang air hingga menyebabkan banjir yang masuk ke lingkungan permukiman warga.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sangat merugikan masyarakat.
“Setiap habis hujan, jalan jadi banjir dan berlumpur. Kami harus ekstra hati-hati karena genangan air dan kondisi jalan yang becek,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa material sisa proyek seperti batu, karung berisi tanah, dan sampah menutup saluran drainase di depan rumah warga, sehingga memperparah genangan air.
“Kami berharap pihak perusahaan segera bertanggung jawab memperbaiki dan mengembalikan fungsi saluran air,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang terdampak langsung oleh proyek tersebut. Mereka menilai pengerjaan proyek dilakukan tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Tim investigasi Krimsus86.com yang dipimpin Koordinator Wilayah Jawa Barat, Wardono Hasan Saputra, turut turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Dalam keterangannya, ia membenarkan adanya laporan dari masyarakat terkait kondisi tersebut.
“Kami telah menerima laporan dari warga dan langsung melakukan pengecekan di lapangan. Hasilnya memang benar, sehingga kami segera berkoordinasi dengan pihak pelaksana agar dilakukan perbaikan secepatnya,” ujarnya.
Selain berdampak pada lingkungan, kondisi galian yang dibiarkan terbuka juga dinilai membahayakan keselamatan warga. Seorang pemilik bangunan yang berada di sekitar lokasi menyebutkan bahwa sudah beberapa kali terjadi insiden akibat lubang galian tersebut.
“Sudah ada anak-anak yang terjatuh ke dalam lubang, meski hanya luka ringan. Bahkan ada warga dari Desa Curug yang jatuh saat mengendarai motor pada malam hari karena tidak melihat lubang sedalam sekitar dua meter,” jelasnya.
Warga berharap pihak perusahaan segera mengambil langkah cepat untuk merapikan bekas galian, memperbaiki drainase, serta memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi proyek.
(Wardono//Red)






