Pelayanan Dipertanyakan, Ahli Waris Nasabah Keluhkan Sulitnya Akses Data Pinjaman di Bank BJB Karawang

Krimsus86.com/Karawang —
Keluhan terhadap pelayanan kembali mencuat ke permukaan. Kali ini datang dari seorang ahli waris nasabah yang mengaku dipersulit saat mencoba mengakses informasi penting terkait kewajiban finansial almarhum ayahnya.
RE, ahli waris dari nasabah berinisial ES, mengungkapkan kekecewaannya setelah berulang kali mengajukan permintaan data rincian pinjaman—mulai dari sisa kewajiban, bunga, hingga histori pembayaran—namun tak kunjung memperoleh kejelasan.

Proses yang berlarut-larut dan respons yang dinilai lamban dari pihak bank disebut menambah beban psikologis di tengah situasi duka yang belum sepenuhnya pulih.

Berita Lainnya

“Permintaan kami sederhana, hanya ingin mengetahui secara transparan posisi pinjaman almarhum. Tapi justru harus melalui proses berulang dan tidak ada kepastian,” ujar RE.

Sorotan tajam datang dari Ketua DPC Kabupaten Karawang, . Ia mengaku prihatin atas dugaan pelayanan buruk yang kembali menyeret nama Bank BJB Cabang Karawang.
Menurutnya, sebagai bank daerah dengan kepemilikan saham mayoritas oleh pemerintah daerah di Jawa Barat dan Banten, Bank BJB seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Namun realitas di lapangan, kata dia, justru berbanding terbalik dengan slogan yang diusung.
“Slogan ‘Tanda Mata Untuk Negeri’ terdengar megah, tetapi di mana letak pelayanan primanya jika masyarakat justru kesulitan mengakses haknya sendiri?” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Asep yang akrab disapa Askun, juga mempertanyakan respons pihak bank yang dinilai baru bergerak setelah adanya permintaan klarifikasi dari media. Ia menilai kondisi ini mencerminkan adanya ketimpangan dalam pelayanan terhadap nasabah.

“Apakah harus menunggu sorotan publik dulu baru dilayani? Kalau begitu, pelayanan ini untuk siapa sebenarnya?” tegasnya.

Lebih jauh, Askun menyinggung dugaan rencana penjualan aset milik almarhum tanpa persetujuan ahli waris, serta inkonsistensi terkait status pinjaman yang disebut tanpa agunan namun dalam praktiknya tetap meminta jaminan.
Atas berbagai kejanggalan tersebut, ia mendesak untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Bank BJB.

“Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan publik akan runtuh. Masyarakat bisa saja menarik dananya dan beralih ke bank lain,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kasus yang dialami keluarga almarhum ES harus menjadi cermin bagi masyarakat luas. Bukan sekadar insiden biasa, melainkan indikator adanya persoalan serius dalam tata kelola pelayanan.
Di akhir pernyataannya, Askun bahkan mendorong pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam. Ia meminta agar dana publik yang disimpan di Bank BJB dievaluasi ulang jika terbukti pelayanan tidak sesuai dengan komitmen yang dijanjikan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank BJB Cabang Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.

(Red)*

Pos terkait