Krimsus86.com Bekasi, 28 April 2026 — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi telah melakukan proses identifikasi terhadap para korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Berdasarkan data terbaru, total sebanyak 53 korban telah berhasil diidentifikasi.
Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia berdasarkan hasil identifikasi di RSUD, yakni:
Nuryati (62 tahun)
Enggar Retno K (35 tahun)
Nurlaela (30 tahun)
Sementara itu, sebanyak 50 korban lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi yang bervariasi. Sebagian korban telah mendapatkan penanganan medis, dirujuk ke rumah sakit lain, dan beberapa di antaranya telah diperbolehkan pulang.
Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan pembaruan data bahwa total korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan antara kereta api jarak jauh dan KRL tersebut mencapai lima orang.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat korban yang belum berhasil dievakuasi.
“Update saat ini, korban meninggal dunia berjumlah lima orang. Kemudian yang masih terperangkap sekitar tiga orang,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian.
Selain itu, tercatat sebanyak 79 korban telah menjalani observasi dan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Penanganan korban melibatkan sembilan rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Proses evakuasi dan penanganan korban masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk petugas KAI, tim medis, serta aparat keamanan guna memastikan keselamatan dan penanganan maksimal bagi para korban.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh instansi terkait, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, sekaligus pengingat pentingnya peningkatan keselamatan dan kewaspadaan dalam operasional transportasi publik.(Js- Red//tim)






