Krimsus86.com-Jatim,Sampurno, Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang jadi korban pembacokan 10 orang, akhirnya bertemu dengan Dani.
Sebelumnya, Sampurno menjadi korban pengeroyokan menggunakan senjata tajam pada Rabu, 15 April 2026.
Korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan bahu kanan usai menerima tebasan celurit dari belasan pelaku.
Usai menjalani perawaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang, nama Dani disebut oleh Sampurno.
Sampurno menyebut, Dani marah kepadanya dan menyebabkan dirinya diserang belasan orang di rumahnya.
Lima hari usai insiden pembacokan, Sampurno dan Dani akhirnya bertemu di Mapolres Lumajang untuk bermediasi pada Senin (20/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar 40 menit itu dilakukan secara tertutup di ruang Kapolres Lumajang didampingi oleh keluarga dan kuasa hukum masing-masing.
Usai pertemuan, tampak Kades Sampurno dan Dani saling merangkul sambil berjalan keluar.
“Kita (saya dan Dani) keluarga,” kata Sampurno memulai wawancara.
Sampurno menjelaskan, masalahnya dengan Dani yang berujung pengeroyokan dengan senjata tajam, hanya salah paham.
“Jangan dipelintir, karena saya memalukan Mas Dani akhirnya Mas Dani Marah, ya mulut saya ini yang enggak benar,” ujar Sampurno.
“Semuanya itu salah paham, sudah berkeluarga saja semuanya,” katanya lagi.
Sampurno lantas meminta, delapan tersangka yang telah ditahan Polres Lumajang agar tidak diproses hukum.
“Kalau sampai ada yang dihukum, saya masuk sendiri biar saya yang dihukum,” tegasnya.
Di sisi lain, Dani juga mengatakan hal yang sama bahwa peristiwa yang menimpa Kades Pakel hanya salah paham.
(Ef/Krimsus86.com)






