Krimsus86.com, Maluku Tengah – Negeri Morella kembali bersiap menjadi pusat perhatian melalui penyelenggaraan tradisi budaya tahunan bertajuk Atraksi Pukul Sapu Lidi yang akan digelar pada 28 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi simbol kuat nilai patriotisme, persaudaraan, dan kearifan lokal masyarakat Maluku.
Perhelatan tahun ini tidak hanya menghadirkan ritual adat, tetapi juga dikemas dalam rangkaian festival budaya berskala besar yang menggabungkan unsur sejarah, seni, dan olahraga. Ribuan pengunjung diperkirakan akan hadir untuk menyaksikan langsung tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut.
Rangkaian Agenda Kegiatan
Berbagai kegiatan akan memeriahkan acara, antara lain:
Teatrikal Perang Kapahaha, yang mengangkat kisah heroik perjuangan rakyat Maluku di Benteng Kapahaha melawan penjajah.
Karnaval Budaya, menampilkan keberagaman identitas marga dan komunitas lokal.
Ajang olahraga tradisional dan modern, seperti lari marathon serta lomba Pangayong Manggurebe (dayung perahu).
Pameran benda bersejarah, yang menghadirkan artefak peninggalan masa lalu sebagai bentuk edukasi sejarah kepada masyarakat.
Manifestasi Seni dan Tradisi
Selain itu, pengunjung akan disuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisional khas Maluku, di antaranya:
Tari Cakalele dan Tari Salawangi sebagai simbol keberanian dan semangat juang.
Atraksi Bambu Gila yang sarat unsur mistis dan selalu menjadi daya tarik utama.
Tari Lisa dan Tari Manuhual yang menggambarkan keharmonisan kehidupan masyarakat pesisir.
Atraksi Utama: Pukul Sapu Lidi
Sebagai puncak acara, Atraksi Pukul Sapu Lidi akan mempertemukan para pemuda dalam sebuah ritual adat yang sarat makna. Dengan menggunakan lidi aren, para peserta saling beradu dalam sebuah “pertempuran” simbolis yang mencerminkan keberanian, ketangguhan, serta nilai persatuan yang dikenal dalam filosofi Pela Gandong.
Tradisi ini bukan sekadar atraksi fisik, melainkan representasi kuat dari identitas budaya masyarakat Morella yang menjunjung tinggi kehormatan dan solidaritas.
Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, khususnya dalam aspek pengamanan dan promosi pariwisata. Dengan demikian, warisan budaya leluhur ini dapat terus dilestarikan sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan ekonomi kreatif di wilayah Maluku Tengah.
Pewarta: Erwin
Editor: Media Krimsus86.com






