Krimsus86.com, Kalianda, 23 Februari 2025 – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama dan Syaiful Anwar, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa di Kalianda, Kabupaten Kalianda, Senin (23/02/2025).
Aksi tersebut diikuti gabungan organisasi mahasiswa, antara lain IMM, PMII, HMI, Dema STAI Yasba, BEM UIM, dan BEM UMK. Dalam penyampaiannya, mahasiswa mengusung tiga substansi utama sebagai bentuk evaluasi atas satu tahun kepemimpinan Egi–Saiful.
Tiga Substansi Utama Tuntutan
Pertama, mahasiswa meminta dialog langsung dengan Bupati Radityo Egi Pratama guna membahas berbagai kebijakan strategis daerah.
Kedua, evaluasi terhadap program unggulan Pitu Vista, yang sebelumnya menjadi janji kampanye pada Pilkada Serentak 2024. Mahasiswa mempertanyakan sejauh mana realisasi, capaian, serta dampak manfaat program tersebut bagi masyarakat.
Ketiga, penyampaian tujuh poin tuntutan, yaitu:
Mendorong pemerintahan yang inklusif dan transparan.
Penguatan sumber daya manusia melalui beasiswa pendidikan formal dan pelatihan keterampilan nonformal.
Kepastian hukum dan kesejahteraan bagi Tenaga Harian Lepas Sukarela (THLS) di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.
Penerbitan Peraturan Bupati yang mewajibkan perusahaan di Lampung Selatan menyerap minimal 80% tenaga kerja lokal.
Perbaikan struktur pemerintahan guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik.
Pemerataan pembangunan infrastruktur dan penyediaan rumah layak huni secara berkeadilan.
Pemberantasan pungutan liar (pungli) dalam proses perizinan dan layanan instansi pemerintahan.
Aksi Berlangsung Kondusif
Aksi dimulai dari Lapangan Cipta Karya, Kalianda, dengan konvoi sepeda motor dan satu unit mobil komando menuju kompleks perkantoran bupati. Massa tiba sekitar pukul 13.30 WIB dan menyampaikan orasi secara bergantian.
Situasi sempat memanas saat mahasiswa mendesak bertemu langsung dengan Bupati pada hari yang sama. Aksi juga diwarnai pembakaran ban bekas di sekitar kantor DPRD. Namun, kondisi dapat dikendalikan melalui dialog antara perwakilan mahasiswa dan jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Perwakilan Pemkab yang hadir antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Darmawan, Kepala Dinas PMD Erdiansyah, Staf Ahli Bupati Bidang PHP Anton Cermana, Kepala Kesbangpol Martoni, serta Kasat Pol-PP Maturidi.
Dalam keterangannya, Darmawan menyampaikan bahwa Bupati tengah memiliki agenda pertemuan dengan InJourney. Namun, pihaknya memastikan bahwa dialog bersama mahasiswa akan dijadwalkan secara resmi dalam forum yang lebih representatif untuk membahas program Pitu Vista secara mendalam.
“Kami akan menjadwalkan pertemuan di ruang yang lebih memadai apabila ingin mengkaji Pitu Vista secara komprehensif,” ujar Darmawan.
Tanggapan Relawan
Menanggapi aksi tersebut, relawan Egi–Saiful pada Pilkada 2024 lalu, Dian Rizky, yang juga Ketua Komunitas Sosial Mandira, menyatakan bahwa aksi mahasiswa merupakan bentuk kepedulian yang positif.
Menurutnya, kritik, saran, maupun evaluasi dalam bentuk unjuk rasa maupun tulisan jurnalistik tidak seharusnya selalu dipandang sebagai serangan, selama tidak ditunggangi kepentingan tertentu.
“Aksi adik-adik mahasiswa ini adalah bagian dari dinamika demokrasi. Kritik dan gagasan yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa Bupati Radityo Egi Pratama bukan sosok pemimpin yang antikritik dan terbuka terhadap masukan.
Aksi unjuk rasa tersebut menjadi bagian dari dinamika demokrasi di Kabupaten Lampung Selatan dalam mengawal jalannya pemerintahan daerah. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan komitmennya untuk membuka ruang dialog serta menindaklanjuti aspirasi mahasiswa melalui mekanisme yang konstruktif dan sesuai ketentuan.
Perkembangan selanjutnya terkait jadwal dialog antara mahasiswa dan Bupati akan disampaikan secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Pewarta: Juniawan
Editor: Media Krimsus86.com






