Krimsus86.com, Tapanuli Tengah Kamis 29 januari 2026 — Kepolisian Republik Indonesia melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Sumatera Utara bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (29/1/2026).
Tim Perbantuan Kesehatan Lapangan dari RS Bhayangkara TK II Medan dipimpin langsung oleh Iptu dr. Ihda Hayati Lubis, Sp.PD, didampingi Penda Kristina Siregar, S.K.M. selaku Paurkes Klinik Pratama Polres Tapanuli Tengah, bersama personel medis lainnya.
Pelayanan kesehatan dilaksanakan di sejumlah titik pengungsian dan lokasi terdampak bencana guna memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses medis yang layak. Adapun lokasi pelayanan meliputi:
Posko Pengungsian SMA Tukka
Posko Pengungsian Kebun Pisang, Kecamatan Badiri
Beberapa titik lain di wilayah terdampak bencana Kabupaten Tapanuli Tengah
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis di lapangan, keluhan kesehatan yang paling banyak dialami para pengungsi antara lain:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Dermatitis atau penyakit kulit akibat lingkungan lembap
Gastritis (sakit lambung)
Kelelahan fisik serta penyakit umum lainnya
Selain pemberian obat-obatan, Dokkes Polri juga memberikan layanan kesehatan secara menyeluruh, meliputi:
Pemeriksaan tekanan darah (tensi),
Konsultasi medis dengan dokter spesialis penyakit dalam,
Edukasi pola hidup bersih dan sehat di lingkungan pengungsian,
Penanganan medis darurat sesuai kebutuhan pasien di lokasi.
“Kehadiran kami merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam menjaga kondisi kesehatan pascabencana agar tidak berkembang menjadi wabah penyakit di lokasi pengungsian,” ujar Iptu dr. Ihda Hayati Lubis.
Kegiatan bakti kesehatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Para pengungsi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelayanan kesehatan gratis yang diberikan oleh Polri melalui Bid Dokkes Polda Sumut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan kemanusiaan.
(Arzaq Khair)






