Wakil Bupati Aceh Tenggara Hadiri Penerbangan Perdana Angkutan Udara Perintis Bandara Alas Leuser Tahun 2026

Krimsus86.com Kutacane – Wakil Bupati Aceh Tenggara menghadiri secara langsung kegiatan penerbangan perdana angkutan udara perintis di Bandara Alas Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Rabu, 4 Februari 2026.

Kembali beroperasinya layanan penerbangan perintis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Berita Lainnya

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Tenggara menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dioperasikannya kembali layanan transportasi udara perintis di Kabupaten Aceh Tenggara.

“Penerbangan perintis ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Aceh Tenggara. Selain mempermudah mobilitas masyarakat, juga membuka peluang ekonomi serta mempercepat pelayanan pemerintahan,” ujar Wakil Bupati.

Penerbangan perintis tersebut dilayani oleh pesawat milik PT Asi Puji Astuti yang dioperasikan oleh Maskapai Susi Air, dengan kapasitas maksimal 12 penumpang. Saat ini, penerbangan melayani rute Kutacane–Banda Aceh (PP) setiap hari Rabu hingga Sabtu, serta penambahan rute baru Kutacane–Medan (PP) yang dijadwalkan beroperasi setiap hari Sabtu.

Adapun tarif penerbangan yang ditetapkan adalah sebagai berikut:

Banda Aceh – Kutacane: Rp 682.190

Kutacane – Banda Aceh: Rp 589.430

Medan – Kutacane: Rp 375.740

Kutacane – Medan: Rp 263.090

Kepala Satuan Pelayanan Bandara Alas Leuser, Marwan Sultan, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan konektivitas udara melalui pembukaan rute-rute penerbangan baru guna memberikan pelayanan transportasi udara yang optimal bagi pemerintah dan masyarakat Aceh Tenggara.

“Kami berharap penerbangan perintis tahun 2026 ini dapat melayani pemerintah dan seluruh masyarakat Aceh Tenggara dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Tenggara, Jamrin Desky, menjelaskan bahwa penambahan rute penerbangan Kutacane–Medan (PP) merupakan hasil dari upaya dan kegigihan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam memperjuangkan kemudahan akses transportasi udara bagi masyarakat.

“Semoga penerbangan ini dapat terus bertahan dan semakin mempermudah mobilitas masyarakat Aceh Tenggara,” ujarnya.

Pengawas Personel Penerbangan Bidang Aviation Security (AVSEC), Resjon, menambahkan bahwa pesawat yang digunakan adalah Cessna Caravan C208B dengan nomor registrasi PK-BVR, milik Maskapai Susi Air, yang memiliki kapasitas maksimal 12 tempat duduk.

Dengan kembali beroperasinya penerbangan perintis ini, diharapkan konektivitas udara Aceh Tenggara semakin meningkat dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta pelayanan publik di daerah.

Penulis: Muhammadin

Pos terkait