Krimsus86.com-Ketua Umum LSM Aliansi Prabumulih Menggugat (APM), Santon, mengancam akan menginap selama tujuh hari tujuh malam di depan Kantor DPRD Prabumulih jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Ancaman itu ia sampaikan usai menggelar aksi massa yang diikuti lebih dari 300 peserta. Dalam aksi tersebut, APM mendesak Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Prabumulih bersama PT PDC untuk membatalkan seluruh hasil rekrutmen tenaga kerja.
Santon menilai proses rekrutmen tidak transparan dan tidak melibatkan pihak independen secara maksimal.
“Kami minta proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan transparan. Harus melibatkan pihak independen seperti kepolisian, media, serta tenaga profesional sesuai bidangnya. Tes juga wajib tertulis dan terbuka,” tegas Santon kepada wartawan.(*)






