Senen,22 – Desember – 2025 Krimsus86.com – Indramayu jawabarat – Masyarakat Indramayu Barat patut berbangga dan bersyukur. Senin, 22 Desember 2025, menjadi momentum bersejarah dengan diresmikannya Tugu Titik Nol Kilometer Calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Indramayu Barat yang berlokasi di Blok Harendong, Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.
Peresmian tugu tersebut dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, unsur Forkopimda, serta para camat di wilayah Indramayu Barat yang meliputi Kecamatan Gantar, Haurgeulis, Sukra, Patrol, Anjatan, Bongas, Kandanghaur, Gabuswetan, Kroya, dan Terisi.
Turut hadir pula berbagai elemen pejuang pemekaran Indramayu Barat, di antaranya Panitia Komite Masyarakat Indramayu Barat (PKMIB), Paguyuban Masyarakat Indramayu Barat, Koordinasi Rakyat Indramayu Barat (Korib), Solidaritas Indramayu Barat (Soib), Forum Silaturahmi Aparatur Sipil Negara Indramayu Barat (FASN Inbar), Forum Silaturahmi Masyarakat Indramayu Barat (FOSMA Inbar), serta tokoh masyarakat.
Berdirinya Tugu Titik Nol Kilometer ini menjadi simbol awal pembangunan wilayah Indramayu Barat yang tengah diusulkan untuk mekar dari Kabupaten Indramayu. Proses menuju titik ini bukanlah perjalanan singkat, melainkan hasil perjuangan panjang yang memerlukan kesabaran, konsistensi, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Secara kewilayahan, calon DOB Indramayu Barat mencakup 10 kecamatan dan 95 desa, dengan jumlah penduduk sekitar 725.532 jiwa serta luas wilayah kurang lebih 927,26 kilometer persegi. Cakupan tersebut menunjukkan kesiapan wilayah dari sisi administratif, demografis, dan geografis.
Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Tugu Titik Nol Kilometer bukan sekadar simbol fisik, melainkan wujud pengakuan atas aspirasi masyarakat Indramayu Barat yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.
“Pemerintah Kabupaten Indramayu memahami dan menghargai aspirasi masyarakat Indramayu Barat. Tugu Titik Nol Kilometer ini adalah simbol semangat, harapan, dan ikhtiar bersama menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Lucky Hakim.
Ia menekankan bahwa pemekaran daerah harus dilakukan secara matang, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemekaran bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk menghadirkan pemerataan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, kesiapan wilayah menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.
Bupati Lucky Hakim juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengawal proses pemekaran agar berjalan searah dengan kebijakan nasional serta tetap menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.
Sementara itu, Ketua Forum Silaturahmi Masyarakat Indramayu Barat (FOSMA Inbar), H. Abdulrahman, SE, selaku pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa peresmian tugu ini merupakan hasil kerja kolektif masyarakat Indramayu Barat yang dilandasi semangat kebersamaan.
“Tugu Titik Nol Kilometer ini kami maknai sebagai simbol persatuan, kesabaran, dan harapan masyarakat Indramayu Barat. Perjuangan ini lahir dari aspirasi bersama dan dijalankan dengan semangat kebersamaan,” ungkap H. Abdulrahman.
Ia menambahkan bahwa FOSMA Inbar berkomitmen menjaga perjuangan pemekaran agar tetap berjalan secara santun, konstitusional, dan sejalan dengan kebijakan pemerintah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Harapan kami, semangat hari ini menjadi energi positif dalam menyiapkan Indramayu Barat yang mandiri dan sejahtera ke depan,” pungkasnya.
Tugu Titik Nol Kilometer Indramayu Barat dibangun di Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, yang direncanakan sebagai calon ibu kota Indramayu Barat. Penetapan lokasi
Reforter: Wardono Hs.s.e






