Krimsus86.com Lampung Timur jum’at 30 januari 2026 — Julukan The Symbol of Victory menjadi representasi yang tepat untuk menggambarkan rekam jejak H. Samsul Bahri, S.H., Camat Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, sebagai tokoh penggiat pembangunan di wilayah pedalaman.
Terlahir dari keluarga sederhana dengan tekad kuat untuk mengabdi kepada masyarakat, H. Samsul Bahri membuktikan komitmennya sejak dipercaya memegang amanah sebagai Camat Waway Karya. Sejak awal masa kepemimpinannya, ia secara konsisten membenahi berbagai sektor pembangunan secara bertahap, khususnya di wilayah yang sebelumnya tergolong tertinggal. Pengabdian tersebut terus dijalankannya hingga mendekati masa purna bakti yang diperkirakan pada akhir tahun 2026.
Pria yang akrab disapa Kanda Sam ini memiliki perjalanan hidup yang penuh dinamika. Ia dikenal sebagai mantan jawara pada era 1980-an yang kemudian hijrah dan mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Perubahan hidup tersebut semakin menguat setelah ia meminang sang istri, Isnani Almawati Bahri, S.E., dan berkomitmen mengabdikan hidupnya untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan.
Kecamatan Waway Karya, yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Lampung Timur bagian tenggara, menjadi ladang pengabdian H. Samsul Bahri. Dalam menjalankan kepemimpinannya, ia menerapkan berbagai kebijakan yang mengedepankan aspek sosial dan kebersamaan. Meski dihadapkan pada pro dan kontra dari sebagian pihak yang belum siap dengan perubahan, ia tetap melangkah dengan kesabaran dan keteguhan, hingga hasil pembangunan yang dicapai kini menjadi simbol kemajuan wilayah.
Selain menjalankan tugas sebagai camat, H. Samsul Bahri juga aktif mendukung program Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam mewujudkan visi Lampung Timur Maju. Salah satunya melalui penerapan Program Green Village, yang ia mulai dari lingkungan Kantor Kecamatan Waway Karya. Tak hanya itu, ia juga menggagas perbaikan jalan tanpa menggunakan anggaran negara dengan merangkul para pelaku usaha dan perusahaan di wilayahnya untuk bergotong royong secara sukarela memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak.
Saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (30/1/2026), H. Samsul Bahri menegaskan bahwa pengabdiannya merupakan wujud rasa syukur atas hidayah yang diterimanya.
“Ini adalah bentuk syukur saya kepada Allah SWT sekaligus komitmen untuk mengabdi. Semoga apa yang saya lakukan dapat bermanfaat dan diterima oleh masyarakat Waway Karya,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan menjaga fasilitas yang telah dibangun bersama.
“Saya mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan menjaga lingkungan. Jika wilayah kita rusak, kita sendiri yang akan merasakan dampaknya. Mari kita rawat bersama apa yang telah ada di Kecamatan Waway Karya,” ungkapnya.
Dari sosok H. Samsul Bahri, publik dapat belajar bahwa kepemimpinan tidak selalu ditunjukkan dengan kemarahan atau tekanan, melainkan melalui keteladanan, keteguhan, dan strategi yang matang. Langkah-langkah yang telah ditempuhnya diharapkan dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, khususnya dalam percepatan pembenahan infrastruktur jalan yang masih sulit dilalui masyarakat.
Harapan besar masyarakat pun tertuju pada para pemangku kebijakan agar pembangunan yang dinanti tidak lagi menjadi penantian panjang, melainkan terwujud sebagai kebahagiaan bersama bagi warga Kabupaten Lampung Timur.
Penulis: M. Dahlan Biro lam-tim
Editor: Media Krimsus86.com






