Krimsus86.com, Rambang, Muara Enim – Luapan air Sungai Rambang akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim. Peristiwa tersebut menyebabkan 100 rumah warga di tujuh desa terdampak serta sempat memutus akses jalan penghubung antar desa selama dua hari.
Sebagai bentuk respon cepat dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Forkopincam Kecamatan Rambang menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga korban banjir pada Kamis, 5 Februari 2026. Penyaluran bantuan dilakukan langsung di lokasi terdampak dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., melalui Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afinata, S.T., M.Si., M.H., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati kami kepada masyarakat yang terdampak banjir. Kami ingin memastikan warga tidak merasa sendiri serta tetap mendapatkan perhatian dan dukungan, baik secara materiil maupun moril,” ujar IPTU Zulkarnain.
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri oleh Plt. Camat Rambang Helman Agus, S.E., M.M., Kapolsek Rambang, perwakilan Koramil 0404-08/Rambang Lubai, personel Polsek Rambang, staf Kecamatan Rambang, serta anggota Satpol PP.
Berdasarkan data di lapangan, banjir akibat luapan Sungai Rambang berdampak pada rumah warga di tujuh desa, yakni:
Desa Tanjung Dalam: 20 rumah
Desa Pagar Agung: 35 rumah
Desa Sugihwaras: 10 rumah
Desa Sukarami: 15 rumah
Desa Negeri Agung: 7 rumah
Desa Sugihan: 4 rumah
Desa Tanjung Raya: 9 rumah
Bantuan yang disalurkan berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. EPA sebanyak 100 paket sembako, yang masing-masing berisi mie instan, susu, beras 5 kilogram, minyak goreng, dan tepung terigu. Bantuan tersebut diterima langsung oleh warga terdampak banjir.
Meski banjir sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan akses jalan antar desa, kondisi saat ini dilaporkan berangsur membaik. Debit air Sungai Rambang mulai surut dan akses jalan penghubung antar desa telah kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian harta benda yang signifikan. Air hanya menggenangi rumah warga tanpa menimbulkan kerusakan berat. Kendati demikian, pihak kepolisian dan pemerintah kecamatan tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi.
Forkopincam Kecamatan Rambang akan terus memantau perkembangan debit air Sungai Rambang serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir lanjutan.
Pewarta: Dapid K.B.R
Editor: Media Krimsus86.com






