Shalat Jumat di Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa, Ustadz H. Muchsim Ramlan Ajak Jamaah Pertahankan Ibadah Pasca Ramadhan dan Hindari Kesombongan

Krimsus86.com Gowa, 27 Maret 2026 — Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ratusan jamaah memadati masjid untuk menunaikan ibadah sekaligus mendengarkan khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz H. Muchsim Ramlan, S.Pd.I., M.M., yang mengangkat tema pentingnya mempertahankan kualitas ibadah setelah bulan suci Ramadhan serta menjauhi sifat kesombongan.

Dalam khutbahnya, Ustadz H. Muchsim Ramlan mengajak seluruh jamaah untuk tidak menjadikan Ramadhan sebagai momentum sementara dalam meningkatkan ibadah, melainkan sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan istiqamah dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Berita Lainnya

“Setelah bulan suci Ramadhan, mari kita membiasakan dan mempertahankan ibadah yang pernah kita laksanakan hingga saat ini dan seterusnya. Jangan sampai semangat ibadah hanya terjadi di bulan Ramadhan, lalu kembali menurun setelahnya,” ujar Ustadz Muchsim Ramlan di hadapan jamaah.

Ia juga menekankan pentingnya memahami makna kalimat tahmid dan takbir sebagai bentuk pengakuan bahwa manusia tidak memiliki kekuatan apapun tanpa pertolongan Allah SWT. Menurutnya, kalimat “Allahu Akbar” mengandung makna bahwa manusia tidak ada apa-apanya di hadapan Allah SWT.

Lebih lanjut, Ustadz Muchsim Ramlan mengingatkan bahwa kesombongan merupakan salah satu penyakit hati yang dapat menggugurkan amal ibadah seseorang. Bahkan, kata beliau, ibadah haji, puasa, maupun shalat dapat tertolak apabila di dalam hati terdapat kesombongan, meskipun hanya sedikit.

“Ibadah haji bisa tertolak, puasa bisa tertolak, bahkan shalat pun bisa tertolak jika ada kesombongan dalam hati walaupun sedikit. Termasuk kesombongan terhadap harta kekayaan maupun pangkat jabatan,” tegasnya.

Dalam khutbah tersebut, ia juga mengutip peringatan Allah SWT bahwa seseorang yang memandang remeh sesamanya, maka ia diibaratkan sebagai orang yang tidak mengenal Allah SWT. Perilaku tersebut, menurutnya, dapat menghilangkan keselamatan seseorang di akhirat kelak.

“Bahkan kata Allah, ketika seseorang memandang remeh sesamanya, maka dia ibarat orang yang tidak mengenal Allah, dan orang seperti itu tidak akan mendapatkan keselamatan di akhirat,” jelasnya.

Khutbah Jumat tersebut mendapat perhatian serius dari jamaah yang hadir. Banyak jamaah terlihat khusyuk mendengarkan pesan-pesan moral yang disampaikan, khususnya terkait pentingnya menjaga keikhlasan dalam beribadah serta menjauhi sifat sombong dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga kualitas ibadah dan memperbaiki akhlak setelah menjalani bulan suci Ramadhan.

Dengan pesan yang penuh makna tersebut, diharapkan umat Islam, khususnya masyarakat Kabupaten Gowa, dapat terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan rendah hati dalam kehidupan bermasyarakat.

Penulis : Mj@.19 (Kaperwil Sul-Sel)

Pos terkait