Krimsus86.com, Karawang, Jawa Barat – Kondisi jalan di jalur utama Pantura, khususnya dari Klari, Simpang Jomin, hingga Cikalong, kini memprihatinkan. Kerusakan parah berupa lubang dalam dan aspal mengelupas memicu risiko kecelakaan bagi pengendara, sekaligus menimbulkan kemacetan panjang.
Sekjen Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), dalam pernyataan resmi, menegaskan bahwa kerusakan jalan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bentuk pengabaian keselamatan publik. “Ini sangat memuakkan. Rakyat bayar pajak, tapi disuguhi jalanan yang hancur lebur. Apakah pejabat terkait harus menunggu jatuh korban jiwa baru turun ke lapangan?” tegasnya.
GWI menyoroti sejumlah hal penting terkait kondisi jalan Pantura:
Audit Anggaran Pemeliharaan: GWI mempertanyakan penggunaan anggaran pemeliharaan jalan yang dinilai fantastis, namun realitas di lapangan justru jauh dari harapan.
Proyek Tambal Sulam: Perbaikan yang hanya bertahan beberapa minggu dinilai memboroskan uang negara dan tidak menyelesaikan masalah secara permanen.
Desakan Tindak Cepat: Kementerian PUPR dan dinas terkait diminta segera melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar janji manis di media sosial.
Khusus di Simpang Jomin, lubang berdiameter besar sering tertutup air saat hujan, menjadi jebakan mematikan bagi pengendara motor. Hal ini juga memicu kemacetan panjang karena kendaraan harus melambat untuk menghindari kerusakan.
Sekjen GWI menegaskan, “Kami tidak butuh alasan klasik soal cuaca atau beban kendaraan. Ini masalah teknis yang harus segera ditangani. Aksi nyata dibutuhkan sebelum jalur ini benar-benar memakan korban lebih banyak lagi.”
Pewarta: Sandi Prawira
Editor: Media Krimsus86.com






