Krimsus86.com, Sintang, Kalimantan Barat – Proyek penguatan tebing Sungai Melawi yang berlokasi di Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menjadi sorotan publik setelah ditemukan kerusakan pada struktur bangunan meski proyek tersebut baru saja rampung.
Proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai kontrak sebesar Rp20.179.500.000 ini berada di bawah tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan, ditemukan adanya retakan pada struktur beton yang seharusnya menjadi penopang utama penguatan tebing. Selain itu, kondisi saluran drainase juga dinilai belum dikerjakan secara optimal, dengan beberapa bagian tampak tidak diplester dengan baik dan terkesan terbengkalai.
Sejumlah warga setempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan tersebut. Mereka menilai proyek dengan nilai anggaran besar seharusnya memiliki kualitas yang lebih baik dan mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap potensi longsor di kawasan tebing sungai.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi risiko yang dapat terjadi, termasuk ancaman longsor yang dapat membahayakan masyarakat sekitar serta infrastruktur di sekitarnya. Selain itu, efektivitas penggunaan anggaran negara juga menjadi pertanyaan, mengingat proyek masih berada dalam masa pemeliharaan.
Upaya konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak, belum memperoleh tanggapan substantif hingga berita ini dirilis.
Seiring dengan mencuatnya permasalahan ini, sejumlah elemen masyarakat dan organisasi sipil mendorong dilakukannya audit menyeluruh oleh lembaga berwenang, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta aparat penegak hukum lainnya, guna memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan pengawasan, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan proyek yang bersumber dari anggaran negara, agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Demikian rilis berita ini disampaikan untuk menjadi perhatian bersama.
Penulis: DC
Editor: Tim Krimsus86.com Kalimantan Barat
Sumber: Hasil Investigasi Lapangan






