Krimsus86.com, Palembang, Sumatera Selatan | Kamis, 6 Februari 2026
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor pertanian nasional. Hingga akhir tahun 2025, produksi padi di Sumsel tercatat mencapai 3.598.736 ton, menjadikannya salah satu daerah penyumbang produksi beras terbesar di Indonesia.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 23,69 persen atau bertambah 689.325 ton dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 2.909.412 ton. Dengan lonjakan produksi ini, Sumsel menempati peringkat tiga nasional dalam peningkatan produksi padi, setelah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat.
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengapresiasi peran besar para petani yang dinilai menjadi motor utama peningkatan produksi padi di daerah tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari semangat dan etos kerja petani yang terus terjaga, seiring dengan dukungan dan fasilitasi pemerintah.
“Tidak ada gunanya pemerintah memfasilitasi cetak sawah, mempermudah akses pupuk, serta adanya kebijakan Presiden menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), jika petaninya tidak memiliki semangat,” ujar Herman Deru, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi padi juga berdampak pada kenaikan peringkat produktivitas Sumsel secara nasional. Dari sebelumnya berada di peringkat delapan, Sumsel naik ke peringkat lima, dan kini berhasil menempati peringkat tiga nasional.
Menurut Herman Deru, capaian tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor yang berjalan optimal, termasuk peran penting para penyuluh pertanian.
“Provinsi Sumsel menjadi satu-satunya provinsi yang mengangkat sekitar 2.000 penyuluh pertanian. Mereka berperan besar dalam memicu semangat petani agar memiliki jiwa entrepreneur,” katanya.
Ia menegaskan bahwa petani tidak boleh hanya berperan sebagai buruh di lahan sendiri, melainkan harus menjadi pengusaha di tanahnya sendiri.
“Petani tidak hanya menjual tenaga di sawah, tetapi harus memperoleh keuntungan dari produktivitas lahannya. Hal ini didukung dengan kemudahan sarana produksi, HPP yang menguntungkan, penyerapan hasil panen oleh Bulog, serta infrastruktur provinsi dan kabupaten yang memadai,” tutur Herman Deru.
Untuk terus mendorong peningkatan produksi beras, Herman Deru menyebut luas baku sawah di Sumsel saat ini mencapai sekitar 550 ribu hektare, yang menempatkan Sumsel di peringkat tiga nasional.
“Jika luas baku sawah dapat ditingkatkan dan produktivitasnya terus didorong, bukan tidak mungkin Sumsel bisa berada di peringkat satu nasional,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para petani terus menjaga semangat serta kepercayaan terhadap dukungan pemerintah.
“Saat ini angka kemiskinan sudah satu digit. Kita bukan lagi sekadar swasembada pangan, tetapi sudah berada pada posisi surplus pangan,” pungkasnya.
Pewarta: Hendri Gradak
Editor: Media Krimsus86.com






