Krimsus86.com/ Jakarta _
Suasana Istana Negara sore ini terasa tegang namun penuh harapan. Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengambil langkah tegas: merombak Kabinet Merah Putih. Keputusan ini, yang diumumkan Senin (8/9), disebut sebagai upaya serius untuk menjawab tantangan bangsa sekaligus memperbaiki kinerja pemerintah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pesan Presiden dengan suara mantap.
“Atas berbagai pertimbangan dan masukan evaluasi, maka pada sore hari ini sekaligus Pak Presiden memutuskan melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada beberapa jabatan,” ujarnya.
Perubahan besar itu mencakup lima pos penting. Budi Gunawan, sosok lama di kursi Menko Polkam, diberhentikan – penggantinya masih menjadi teka-teki publik. Sri Mulyani, yang selama ini menjadi wajah kebijakan fiskal, digantikan oleh ekonom Purbaya Yudhi Sadewa. Di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, tongkat estafet berpindah dari Abdul Kadir Karding ke tangan Mukhtarudin – sebuah sinyal bahwa nasib pekerja migran akan menjadi fokus serius pemerintahan.
Langkah berani juga terjadi di Kementerian Koperasi, di mana Budi Arie Setiadi digantikan oleh Ferry Juliantono yang sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri. Di kursi Menpora, Dito Ariotedjo diberhentikan – publik kini menanti sosok baru yang akan membawa energi segar bagi generasi muda.
Tak berhenti di situ, Prabowo membuat gebrakan bersejarah dengan membentuk Kementerian Haji dan Umrah. Sosok Muhammad Irfan Yusuf dipercaya menjadi menteri pertama, memikul amanah jutaan jamaah yang setiap tahun berangkat ke Tanah Suci.
Ini adalah reshuffle kedua sejak Prabowo memimpin. Sebelumnya, pada Februari 2024, ia mengganti Mendiktisaintek dengan guru besar ITB Brian Yuliarto. Perombakan kali ini terasa lebih dramatis, seolah menjadi pesan kuat bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil keputusan berat demi rakyat.
Langkah-langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat barisan kabinet menghadapi badai ekonomi global sekaligus memastikan perlindungan dan pelayanan publik menjadi lebih baik. Harapan kini menggantung di udara – apakah wajah baru kabinet ini akan membawa Indonesia menuju pemerintahan yang lebih tangguh dan berpihak pada rakyat?
(Red)*






