Krimsus86.com Jakarta, 6 April 2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Divisi Humas Mabes Polri menyatakan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi dampak fenomena Super El Niño yang diperkirakan akan memengaruhi kondisi iklim di Indonesia secara signifikan.
Fenomena Super El Niño merupakan anomali iklim global yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di atas ambang normal. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan secara drastis di sejumlah wilayah Indonesia, yang dapat berdampak pada kekeringan ekstrem, krisis air bersih, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Sandi Nugroho, menegaskan bahwa Polri telah mengambil langkah strategis dan komprehensif guna mengantisipasi berbagai potensi dampak tersebut.
“Polri telah menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari tingkat Mabes hingga kewilayahan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui deteksi dini, patroli terpadu di wilayah rawan, serta penguatan koordinasi lintas sektor,” tegasnya.
Dalam upaya mitigasi risiko, Polri juga mengedepankan pendekatan preventif dan humanis melalui edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan secara masif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Polri mengimbau masyarakat untuk:
Menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi krisis air bersih
Tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dalam bentuk apa pun
Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekitar
Segera melaporkan kejadian darurat kepada aparat berwenang
Selain itu, Polri menegaskan komitmennya dalam penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Setiap pelanggaran yang berpotensi merusak lingkungan akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa Indonesia pernah mengalami dampak signifikan dari fenomena serupa pada periode 1997–1998 dan 2015–2016, yang menjadi pelajaran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan nasional.
“Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi ancaman ini. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi keselamatan dan keberlangsungan hidup bersama,” tambahnya.
Dengan langkah antisipatif yang terukur serta dukungan seluruh elemen masyarakat, Polri optimistis dampak fenomena Super El Niño dapat diminimalisir, sehingga stabilitas keamanan, keselamatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Humas Mabes Polri






