Krimsus86.com, Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng (Eyang Meri), istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/2/2026).
Kapolri menyampaikan bahwa semasa hidup, almarhumah kerap menitipkan pesan moral kepada keluarga besar Polri, khususnya terkait pentingnya integritas, keteladanan, dan komitmen anggota Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
“Setiap pertemuan dengan Eyang Meri selalu diwarnai nasihat agar Polri menjaga nilai kebaikan dan integritas. Pesan ini relevan dan harus terus dihidupkan,” ujar Kapolri.
Jenderal Sigit menambahkan, momen haru terjadi ketika keluarga memperdengarkan rekaman suara Eyang Meri yang berisi pesan khusus bagi institusi Polri. Rekaman tersebut dianggap semakin menguatkan tekad dan tanggung jawab moral jajaran kepolisian.
Menurut Kapolri, pesan almarhumah merupakan amanah bagi seluruh anggota Polri di manapun bertugas, untuk menjaga marwah institusi dan kepercayaan publik. Nilai keteladanan keluarga Hoegeng disebut selaras dengan tugas pokok Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Warisan moral dan keteladanan ini akan terus menjadi api semangat bagi keluarga besar Polri dalam menjalankan amanah,” tutup Kapolri.
Kegiatan pemakaman ini dihadiri oleh keluarga besar Polri, tokoh masyarakat, dan sejumlah pejabat yang memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah Eyang Meri.
Biro OKU – Krimsus86.com
Pewarta: Mugiono






