Krimsus86.com, Jeneponto 31 januari 2026 — Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jeneponto melaksanakan kegiatan pendekatan dan penyuluhan kepada pengendara ojek serta angkutan umum, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di depan Pasar Allu, Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala ini merupakan implementasi program “Polantas Mappatabe Presisi di Jalan Raya dan Ruang Publik” dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan.
Kapolres Jeneponto AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.H. melalui Kasat Lantas Polres Jeneponto AKP Baharuddin, S.H. menjelaskan bahwa Mappatabe merupakan filosofi kearifan lokal Bugis-Makassar yang sarat dengan nilai sopan santun, saling menghargai, dan saling menghormati.
Nilai tersebut sejalan dengan konsep sipakatau (memanusiakan manusia), sipakalebbi (saling memuliakan), dan sipakainga (saling mengingatkan) yang dinilai relevan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Inti dari kegiatan ini adalah menanamkan nilai Mappatabe dalam berlalu lintas, sehingga tercipta keselamatan, kenyamanan, dan rasa saling menghargai di jalan raya,” ujar AKP Baharuddin.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas juga memberikan edukasi terkait Operasi Keselamatan Pallawa 2026 yang akan digelar pada 2 hingga 15 Februari 2026. Para pengendara diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan peraturan berkendara guna mencegah kecelakaan lalu lintas maupun pelanggaran yang dapat berujung pada penindakan.
“Kepatuhan dalam berlalu lintas bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi yang utama adalah keselamatan bersama. Hindari pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, atau melebihi muatan karena itu menjadi potensi awal terjadinya kecelakaan,” tegasnya.
Selain itu, Satlantas Polres Jeneponto juga menyosialisasikan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Masyarakat diberikan pemahaman mengenai jenis pelanggaran yang dapat terekam kamera ETLE serta mekanisme penyelesaian denda tilang secara elektronik.
AKP Baharuddin turut mengajak para pengemudi ojek dan angkutan umum untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.
“Pengemudi ojek dan angkutan umum merupakan ujung tombak dalam menciptakan keselamatan di jalan. Mari menjadi pelopor keselamatan dengan berkendara secara tertib, beretika, dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung secara humanis dan interaktif ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas yang beradab dan berlandaskan kearifan lokal.
Penulis: Andi Lukman
Editor: Media Krimsus86.com






