Krimsus86.com, Indramayu, Jawa Barat — 03 Februari 2026 — Di tengah derasnya arus informasi, pers bukan sekadar penyampai kabar. Pers memiliki posisi strategis sebagai penentu arah, penjernih makna, sekaligus penjaga nurani publik. Informasi tidak hanya dibutuhkan untuk mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga untuk memahami alasan di balik peristiwa dan arah perubahan yang terjadi di masyarakat.
Pers menghubungkan peristiwa dengan kesadaran publik. Melalui media cetak, siaran radio, televisi, maupun kanal digital, pers menghadirkan realitas secara utuh. Namun, pers yang bertanggung jawab tidak berhenti pada pelaporan fakta semata. Ia juga memastikan hak warga negara tetap terjaga dalam kehidupan demokrasi.
Fungsi informatif menjadi fondasi utama pers. Fakta dipilih, dihimpun, dan disajikan secara sistematis agar berdampak bagi masyarakat luas. Dalam situasi krisis, pers bahkan berperan sebagai sistem peringatan dini, memberi informasi sebelum risiko muncul, sehingga publik dapat bersiap menghadapi situasi darurat.
Selain itu, pers menjalankan fungsi kontrol sebagai watchdog kekuasaan. Pers menelusuri proses pengambilan keputusan, mengungkap penyimpangan, dan memberi suara bagi mereka yang jarang terdengar. Fungsi interpretatif dan direktif juga menjadi kunci: pers menafsirkan fakta, memberi konteks, dan membantu masyarakat memahami makna di balik angka, pernyataan, dan kebijakan.
Fungsi hiburan pers hadir sebagai jeda untuk menyuguhkan kisah manusiawi, seni, humor, dan budaya. Sementara fungsi regeneratif memastikan nilai-nilai sosial, pengalaman masa lalu, dan pelajaran sejarah diwariskan kepada generasi berikutnya. Pers juga menjaga hak-hak minoritas, membuka ruang dialog, dan memastikan kritik digunakan sebagai alat koreksi, bukan penindasan.
Dalam konteks ekonomi, pers berperan sebagai penggerak roda ekonomi melalui iklan dan penghubung antara produsen dan konsumen. Namun, agar tetap independen secara editorial, pers dituntut memiliki kemandirian finansial.
Akhirnya, pers adalah pilar demokrasi yang hidup dari kepercayaan publik. Ketajaman, independensi, dan tanggung jawab pers memberikan masyarakat lebih dari sekadar informasi: pegangan untuk berpikir, bersikap, dan bertindak. Pers menemukan makna sejatinya bukan hanya sebagai penyampai berita, tetapi sebagai penjaga kebenaran dan keadilan sosial.
Sumber: Krimsus86.com – Jawa Barat
Penulis: Wardono HS, S.E. – Korwil Jabar






