Krimsus86.com, Indramayu — Senin, 26 Januari 2026,Upaya pencarian seorang anak yang dilaporkan hilang di Sungai Sumbermas, Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berakhir duka. Pada hari kedua pencarian, tim gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, Senin (26/1/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Dermawan Maulana alias Wawan (10), warga Blok Cidempet, Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Jasad korban ditemukan mengapung di muara Sungai Sumbermas, sekitar 200 meter dari lokasi kejadian perkara (TKP), pada pukul 08.43 WIB.
Kapolsek Kandanghaur, AKP Joni, S.H., mengatakan bahwa penemuan korban merupakan hasil kerja keras tim gabungan Polsek Kandanghaur, Danpomal Pos Eretan Wetan, dan Polairud Pos Eretan Wetan.
“Alhamdulillah, korban tenggelam di Sungai Sumbermas berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian,” ujar AKP Joni, S.H. di lokasi penemuan.
Jenazah korban pertama kali terlihat oleh seorang warga yang melintas di sekitar aliran Sungai Sumbermas. Setelah menerima laporan tersebut, Kapolsek Kandanghaur bersama tim gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban,” tambahnya.
Setelah dievakuasi ke darat, pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut benar merupakan Dermawan Maulana alias Wawan, anak yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (24/1/2026). Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.
Selama proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi berbagai kendala, terutama cuaca buruk, arus sungai yang deras dan dalam, serta kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
“Cuaca menjadi kendala utama dalam pencarian, namun alhamdulillah korban dapat ditemukan pada hari kedua,” ujar AKP Joni, S.H.
Dengan ditemukannya korban, Kapolsek Kandanghaur menyatakan bahwa operasi pencarian resmi dihentikan. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai.
“Kami mengimbau para orang tua agar lebih waspada dan lebih memperhatikan keselamatan anak-anak, terutama saat debit air sungai meningkat di musim hujan dan kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini,” tegasnya.
Sumber: Krimsus86.com – Jawa Barat
Pewarta: Wardono Hs., S.E
Korwil Jawa Barat






