Patok Kayu di Taman Bundaran Jatibarang Diyakini Jadi Saksi Bisu Kunjungan Presiden Soekarno

KRIMSUS86.COM – Indramayu, Jawa Barat Senin 15 Desember  2025 — Sebuah bangunan kecil berupa tugu atau patok kayu berbahan kayu jati hingga kini masih berdiri dan menancap di kawasan Taman Bundaran Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Patok kayu tersebut diyakini masyarakat setempat sebagai saksi bisu kunjungan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, ke wilayah Jatibarang.

Patok kayu tersebut berbentuk prisma segitiga dengan bagian atas menyerupai piramida. Pada salah satu sisinya terdapat ukiran bertuliskan tanggal 17-08-1945, meskipun kini tulisan tersebut mulai memudar seiring kondisi kayu yang semakin keropos dimakan usia.

Berita Lainnya

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Dedy S. Musashi, menjelaskan bahwa patok kayu tersebut memiliki nilai sejarah penting. Menurutnya, patok tersebut dibuat sebagai simbol untuk membangkitkan semangat juang Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di wilayah Indramayu.

“Kalau kami menyebutnya patok kecil. Di Desa Bulak sendiri ada kawasan yang dikenal dengan Blok PETA, karena dahulu merupakan markas Tentara PETA,” ungkap Dedy.

Ia menyebutkan, markas PETA pada masa perjuangan kemerdekaan berada di Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Setelah dari Jatibarang, Presiden Soekarno diketahui melanjutkan perjalanan untuk menghadiri Perjanjian Linggarjati di Kabupaten Kuningan.

“Kehadiran Bung Karno di Jatibarang menunjukkan bahwa wilayah ini merupakan salah satu bagian dari warisan sejarah perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Kuntarso (60), warga setempat. Ia mengatakan, patok kayu tersebut selama ini dikenal masyarakat dengan sebutan “Patok Soekarno”, sebagai penanda bahwa Sang Proklamator pernah mengunjungi Jatibarang menggunakan kereta api.

“Sebagian masyarakat Indramayu masih banyak yang belum mengetahui keberadaan patok kayu kecil ini. Padahal ini memiliki nilai sejarah yang tinggi,” ujarnya.

Kuntarso menjelaskan, secara kasat mata patok tersebut nyaris tidak terlihat karena kawasan bundaran kini dipenuhi aktivitas pedagang kaki lima. Padahal, lokasi patok cukup strategis, tepat di sebelah selatan Stasiun Jatibarang.

Ia menuturkan, setibanya di Stasiun Jatibarang, Presiden Soekarno sempat menyampaikan pidato yang membakar semangat perjuangan masyarakat untuk melawan penjajah.

“Patok ini dulunya berada di pinggir jalan. Diberikan oleh Pak Soekarno sebagai kenang-kenangan kepada masyarakat bahwa beliau pernah singgah dan berpidato di sini,” jelasnya.

Meski demikian, Kuntarso mengaku tidak mengetahui secara pasti tanggal kunjungan Presiden Soekarno ke Jatibarang. Namun, ia menunjukkan bukti berupa ukiran angka 17-08-1945 yang masih tampak pada badan patok kayu tersebut.

Keberadaan patok kayu ini diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan pihak terkait untuk dilestarikan sebagai cagar budaya, sekaligus menjadi pengingat sejarah perjuangan bangsa bagi generasi mendatang.

Sumber: Liputan Krimsus86.com

Pewarta: Wardono Hs, S.E

Korwil Jawa Barat

Krimsus86.com

Pos terkait