Krimsus86.com/Karawang, _
Ketertiban dalam pengelolaan parkir semestinya menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pasien maupun keluarga yang mengantar. Namun harapan itu justru terasa jauh dari kenyataan bagi sebagian pengunjung di Rumah sakit Intan Barokah yang beralamat di Jalan Raya Kosambi–Telagasari KM 3, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.
Keluhan tersebut datang dari Dodo, seorang ayah yang mengantarkan anaknya untuk berobat. Di tengah kondisi emosional keluarga pasien yang seharusnya mendapat pelayanan maksimal, Dodo justru dihadapkan pada persoalan parkir yang dinilai tidak tertib dan minim pengawasan.
Menurut Dodo, kekesalannya bermula saat ia memasuki area parkir rumah sakit. Ketika akan pulang, Jumat, 13 Februari 2026.
Sebuah mobil terlihat berhenti cukup lama tepat di depan lobi utama. Padahal, area tersebut semestinya digunakan khusus untuk drop-off cepat, bukan sebagai tempat parkir. Situasi itu membuat arus kendaraan tersendat dan mengganggu pengunjung lain yang juga memiliki keperluan mendesak.
“Saya pikir mobil itu hanya transit sebentar. Ternyata berhenti lama. Padahal depan lobi itu seharusnya untuk jemput-antar cepat. Kalau satu mobil berhenti lama, pasti pengunjung lain ikut terganggu,” ujar Dodo dengan nada kesal.
Merasa tidak nyaman, Dodo pun mencoba meminta bantuan petugas keamanan agar kendaraan tersebut ditegur. Namun jawaban yang diterimanya justru menambah kekecewaan.
“Saya tanya ke satpam supaya mobil yang parkir tidak sesuai peruntukannya ditegur. Tapi jawabannya cuma, ‘nanti diatur pak, saya baru lihat”. keluhnya.
Keluhan ini menjadi catatan penting bagi pihak pengelola rumah sakit. Parkir bukan sekadar soal kendaraan, tetapi juga menyangkut pelayanan publik, empati, dan kehadiran petugas yang sigap di tengah situasi darurat dan emosional yang dialami pasien serta keluarganya.
Masyarakat berharap, pengelolaan parkir di lingkungan rumah sakit dapat lebih tertib dan profesional. Dengan begitu, rumah sakit benar-benar menjadi tempat yang memberi rasa aman, bukan menambah beban pikiran bagi mereka yang sedang berjuang demi kesehatan orang tercinta.
Sampai berita ini diturunkan belum ada klarifikasi resmi dari pihak Rumah sakit tersebut.
(Red)*






