Krimsus86.com, kendari, Sulawesi Tenggara – Menjelang sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan 1447 H, umat Islam di Sulawesi Tenggara bersiap menyambut Malam Lailatul Qadar, malam yang lebih utama daripada seribu bulan. Malam mulia ini diyakini jatuh pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan, yaitu 21, 23, 25, 27, atau 29 Maret 2026.
Lailatul Qadar sering digambarkan sebagai malam penuh berkah dan ketenangan. Tanda-tandanya, menurut tradisi Islam, meliputi langit cerah, bulan purnama atau sabit yang lembut, bintang-bintang yang bersinar terang, serta suasana malam yang tenang dan damai. Malam ini merupakan kesempatan emas bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat tahajud, shalat witir, membaca Al-Qur’an, dan doa panjang.
Rasulullah SAW menekankan pentingnya mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di akhir Ramadhan. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari mengingatkan umat Islam agar memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan ampunan dan keberkahan.
Meskipun tanggal pasti Lailatul Qadar tidak dapat ditentukan dan tergantung pada rukyat hilal, banyak umat Islam memusatkan keyakinan pada malam ke-27 sebagai malam yang sangat utama. Di tengah kesibukan menjelang Idul Fitri, para jamaah di masjid-masjid Sulawesi Tenggara diajak untuk menenangkan hati dan meningkatkan intensitas ibadah, karena satu malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang dapat mempengaruhi nasib hingga akhir hayat.
Pewarta: Risal
Editor: Kaperwil Sulawesi Tenggara






