Krimsus86.com,Jakarta, 5 Maret 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan tanggapan terkait perbandingan ketahanan bahan bakar minyak (BBM) antara Indonesia dan Jepang yang menjadi sorotan publik.
Saat ini, kapasitas penyimpanan BBM di Indonesia mampu menopang kebutuhan selama 25–26 hari, sebelum ditingkatkan menjadi 90 hari. Sementara itu, Jepang, meski wilayahnya lebih kecil dibandingkan Indonesia, memiliki cadangan energi yang cukup untuk 254 hari.
Perbandingan ini mencuat pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Insiden tersebut mendorong Iran menutup Selat Hormuz, yang berdampak pada terganggunya pasokan minyak dunia.
Menurut Menteri Bahlil, perbedaan durasi cadangan BBM bukan semata soal kemampuan impor, tetapi lebih kepada keterbatasan fasilitas penyimpanan atau storage di dalam negeri.
“Sekarang, kalau kita impor sebanyak itu (Jepang), kita mau taruh (BBM) di mana? Itu permasalahan kita,” ujar Menteri Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (3/3/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur penyimpanan energi menjadi fokus penting dalam meningkatkan ketahanan energi nasional. Kementerian ESDM berkomitmen untuk terus mengembangkan kapasitas storage demi memastikan pasokan BBM tetap aman dan stabil bagi kebutuhan masyarakat, terutama di tengah dinamika geopolitik global.
Jakarta, 5 Maret 2026
Sumber / Pewarta: Krimsus86.com – Jawa Barat
WARDONO HS, S.E. – Korwil Jabar
Editor: Korwil Jabar






