Krimsus86.com Muaro Jambi, 29 Maret 2026 – Aktivitas kendaraan truk bertonase besar yang melintas di Jalan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai intensitas lalu lintas kendaraan berat yang terus meningkat berpotensi merusak infrastruktur jalan yang baru saja dibangun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Minggu (29/03/2026), kendaraan jenis tronton yang diduga mengangkut pupuk serta hasil perkebunan kelapa sawit kerap melintasi ruas jalan tersebut secara berulang setiap harinya. Dalam satu hari, tercatat lebih dari satu kendaraan besar melintas, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap daya tahan jalan.
Masyarakat mengingatkan agar kejadian kerusakan parah seperti pada periode 2020–2021 tidak terulang kembali. Pada saat itu, Jalan Kumpeh mengalami kerusakan berat hingga sempat terputus akibat tingginya intensitas kendaraan bertonase besar.
Salah satu warga menyampaikan kekhawatirannya, bahwa jalan yang baru dibangun saat ini sudah kembali dilalui oleh truk-truk besar setiap hari, sehingga berpotensi mempercepat kerusakan.
Menanggapi kondisi tersebut, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, serta instansi terkait seperti Dinas Perhubungan untuk segera mengambil langkah tegas. Masyarakat mengusulkan adanya pembatasan, pengawasan ketat, hingga penghentian sementara aktivitas kendaraan bertonase besar di ruas Jalan Kumpeh.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti peran perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah tersebut. Warga berharap adanya tanggung jawab sosial dan kontribusi nyata dari pihak perusahaan terhadap perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur yang terdampak aktivitas operasional mereka.
Secara regulasi, penggunaan kendaraan bertonase tinggi yang menyebabkan kerusakan jalan umum dapat dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha, serta kewajiban untuk melakukan perbaikan terhadap infrastruktur yang rusak.
Hal ini sejalan dengan amanat Pasal 33 Ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
Masyarakat Kumpeh berharap pemerintah dapat segera hadir dan mengambil tindakan konkret guna mencegah kerusakan jalan yang lebih parah, serta memastikan pembangunan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Pewarta: Afran






