Krimsus86.com Jakarta, 12 Februari 2026 – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, mengeluarkan maklumat resmi kepada seluruh anggota PWDPI di seluruh Indonesia untuk berperan aktif dalam memerangi penyebaran berita hoaks yang kian marak di tengah masyarakat.
Maklumat tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen organisasi pers dalam menjaga integritas jurnalistik serta mendukung terciptanya ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan bertanggung jawab.
Dalam pernyataannya, M. Nurullah RS menegaskan bahwa berita hoaks tidak hanya merusak kredibilitas dunia pers, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial, merusak nama baik individu maupun institusi, serta mengganggu stabilitas masyarakat dan negara.
“Sebagai anggota organisasi pers yang profesional, kita memiliki tanggung jawab moral dan etis untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi berita bohong. Kita tidak hanya harus menjaga integritas dalam pekerjaan kita sendiri, tetapi juga membantu masyarakat membedakan informasi yang benar dan salah,” tegasnya, Kamis (12/2/2026).
Dalam maklumat tersebut, Ketua Umum PWDPI menyampaikan beberapa poin penting yang harus menjadi pedoman bagi seluruh anggota, yakni:
Memeriksa sumber informasi sebelum menyebarkan atau meliput berita, serta memastikan informasi berasal dari sumber yang kredibel dan dapat dipercaya.
Tidak mudah terpancing oleh konten yang bersifat provokatif atau menimbulkan konflik, serta selalu melakukan verifikasi data dan fakta secara cermat.
Melaporkan berita hoaks yang ditemukan melalui kanal resmi kepada pihak berwenang maupun platform media sosial terkait.
Berperan aktif dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat dengan memberikan edukasi tentang cara mengenali dan menghindari berita hoaks.
Menjaga etika jurnalistik dalam setiap karya, dengan mengutamakan akurasi, objektivitas, dan kebenaran.
“Kita harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menggunakan dan menyebarkan informasi yang benar. Perang melawan hoaks adalah tanggung jawab kita bersama, karena masa depan demokrasi dan keharmonisan bangsa sangat tergantung pada kualitas informasi yang beredar,” pungkas M. Nurullah RS.
Sebagai tindak lanjut, seluruh struktur organisasi PWDPI mulai dari tingkat pusat, 30 provinsi, hingga kabupaten/kota, serta lebih dari 1.000 media yang tergabung, diminta untuk menggerakkan anggotanya dalam menjalankan amanat tersebut. Langkah konkret yang didorong antara lain melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan literasi digital, serta penguatan pemahaman etika jurnalistik.
PWDPI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga marwah pers nasional dan memperkuat ketahanan informasi demi kepentingan bangsa dan negara.
Sumber: Humas DPP PWDPI
Media: Krimsus86.com






