Krimsus86.com, Jakarta, 11 Februari 2026 – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 melaksanakan misi kemanusiaan melalui program Pengabdian Masyarakat (Dianmas) di wilayah Aceh Utara, Provinsi Aceh. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian calon perwira Polri terhadap masyarakat, khususnya para penyintas bencana alam.
Sebanyak 22 mahasiswa yang tergabung dalam Sindikat 8 diterjunkan langsung untuk memberikan pendampingan psikososial dan trauma healing guna membantu pemulihan kondisi mental warga terdampak. Selain itu, mahasiswa juga menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk dukungan nyata dalam meringankan beban masyarakat pascabencana.
Program Dianmas merupakan bagian dari kurikulum pendidikan STIK yang tidak hanya berfungsi sebagai prasyarat akademik, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter kepemimpinan dan kepekaan sosial peserta didik. Selama kurang lebih tiga minggu, para mahasiswa meninggalkan aktivitas perkuliahan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kebutuhan riil di lapangan.
Kegiatan Sindikat 8 berada di bawah koordinasi Perwira Pendamping Kombes Pol Didit Bambang Wibowo. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis serta membangun komunikasi yang empatik dengan masyarakat.
Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menyiapkan calon perwira yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan problem solving di tengah masyarakat.
“Program pengabdian masyarakat ini menjadi momentum bagi para mahasiswa STIK untuk terjun langsung membantu warga yang terdampak bencana. Kami ingin membentuk perwira Polri yang humanis, tanggap, dan mampu hadir memberikan solusi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Mengusung semangat “Mari Bersama Pulihkan Aceh Utara, Kita Bisa,” para mahasiswa Sindikat 8 berkomitmen menghadirkan kontribusi konkret dalam proses pemulihan wilayah terdampak. Kehadiran mereka diharapkan tidak sekadar menjadi kunjungan simbolis, melainkan wujud pengabdian nyata dalam membantu masyarakat bangkit kembali.
Melalui program ini, Polri berharap proses pemulihan sosial dan psikologis masyarakat dapat berjalan lebih optimal, sekaligus membentuk profil perwira Polri masa depan yang profesional, berintegritas, serta mampu menjadi pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.(red//tim)






