KRIMSUS86.COM – LAMPUNG SELATAN Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cahaya Hati Pringsewu yang berlokasi di Dusun 02 Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan dilaporkan telah membuang limbah sisa produksi langsung ke saluran irigasi pertanian warga.
Operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Titiwangi menjadi sorotan tajam. Pasalnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan dilaporkan telah membuang limbah sisa produksi langsung ke saluran irigasi pertanian warga.kamis ( 18/12/2025 ).
Salah satu warga yang memiliki lahan persawahan yang ngan di sebut kan namanya pembuangan limbah tersebut di alirkan ke saluran irigasi persawahan
Kasus ini bermula dari laporan seorang petani yang lahannya berada tidak jauh dari dapur MBG. Petani tersebut mendapati bahwa limbah sisa produksi SPPG mengalir dan mencemari saluran irigasi, yang notabene mengalir ke lahan sawah milik warga.
Para petani menyuarakan kekhawatiran besar. Mereka takut aliran air yang tercemari limbah dapur MBG akan merusak kesuburan tanah dan mengganggu pertumbuhan tanaman padi mereka. Selain itu, aroma menyengat juga mulai tercium di sekitar saluran irigasi akibat limbah tersebut,” tutur nya.
Warga menyoroti kurangnya kesiapan yayasan dalam mengelola dapur MBG. Menurutnya, pihak pengelola tidak menyiapkan mekanisme pembuangan limbah dengan baik dan terkesan hanya fokus pada penyiapan serta penyaluran MBG kepada penerima.
“Saya kira aspek teknis dapur MBG ini tidak disiapkan dengan baik. Pengelola hanya fokus pada menyiapkan makanan dan mendistribusikannya,” tegas warga yang juga ikut serta lahan sawah nya yang ada di sekitaran lokasi tersebut.
Salah satu juga warga yang lahan sawah di aliran irigasi pembuangan air limbah menegaskan bahwa SPPG yang limbahnya mengalir ke saluran irigasi merupakan catatan buruk pengelolaan dapur. Ia mengingatkan, seharusnya pengelola memperhatikan betul aspek penting seperti pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum beroperasi.
Warga pemilik sawah khawatir, jika masalah limbah tidak segera tertangani, kualitas pertanian padi di sekitar bakal menurun akibat pencemaran pembuangan air limbah tersebut Hal ini dapat berdampak pada program ketahanan pangan.
“Kami meminta kepada OPD terkait, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian agar saluran irigasi ini hanya untuk pertanian. Bukan tempat membuang limbah,,” tegasnya.
Lebih lanjut, agar kasus air limbah dapur MBG ini tidak justru menjadikan program ketahanan pangan terganggu akibat cemaran lahan pertanian.
“Pemerintah tengah menggalakkan program Ketahanan Pangan. Jangan sampai program MBG malah menganggu ketahanan pangan nasional yang tengah digalakkan oleh presiden,” tutupnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama saling mengawasi operasional SPPG agar program MBG berjalan sebagaimana harapan,” tutupnya (M.Dahlan)






