Ketua Umum PB FORMULA dan Menko Kumham Imipas Bahas Penguatan Moral Kepemimpinan Bangsa

Krimsus86.com Jakarta, 7 April 2026 — Jajaran Pengurus Besar Forum Ulama dan Aktivis Islam (PB FORMULA) menghadiri undangan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Kabinet Merah Putih periode 2024–2029, Prof. Yusril Ihza Mahendra, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan lama antara Ketua Umum PB FORMULA, Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto, dengan Prof. Yusril Ihza Mahendra.

Berita Lainnya

Selain menjadi ajang silaturahmi dan reuni, pertemuan ini juga membahas peluang kerja sama strategis antara PB FORMULA dan Kemenko Kumham Imipas, khususnya dalam bidang penguatan karakter, moralitas, dan spiritualitas aparatur negara.

Tuan Guru Dedi Hermanto dalam kesempatan tersebut menawarkan program kolaborasi berupa pendidikan dan pelatihan (diklat) yang berfokus pada pembangunan karakter (character building) serta penguatan nilai-nilai spiritual di lingkungan aparatur pemerintahan.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Yusril Ihza Mahendra menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya dari aspek profesionalitas, tetapi juga integritas moral.

Dalam dialog yang berlangsung, Tuan Guru Dedi Hermanto menyoroti tantangan besar yang tengah dihadapi bangsa Indonesia, khususnya terkait krisis moral dalam kepemimpinan.

“Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius dalam kepemimpinan yang profesional, jujur, berakhlak, dan tangguh. Pembangunan fisik harus diimbangi dengan pembangunan moral dan spiritual para pemimpin bangsa,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga ketahanan karakter dan mental spiritual bangsa agar tetap memiliki arah dan nilai dalam pembangunan nasional.

Pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam ini turut membahas berbagai isu strategis, termasuk dinamika politik nasional serta perkembangan geopolitik internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Di akhir pertemuan, kedua tokoh menyampaikan harapan agar Indonesia ke depan dipimpin oleh sosok yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kejujuran, serta komitmen kuat dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara elemen ulama dan pemerintah dalam membangun Indonesia yang berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing.(Zulkifli)

Pos terkait