Krimsus86.com, Palangka Raya, Kalteng – Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Kalimantan Tengah memanfaatkan momen akhir pekan untuk berdiskusi ringan terkait upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Mada Roostanto, S.E., M.H.
Diskusi tersebut berlangsung di kawasan dermaga susur sungai Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Sabtu (24/01/2026), tepatnya di salah satu cafe terapung yang ramai dikunjungi masyarakat pada akhir pekan. Kepala BNNP Kalteng hadir bersama istri dan ajudan pribadi (ADC).
Dalam suasana santai namun penuh makna tersebut, Brigjen Pol Mada Roostanto menegaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat.
“Peredaran narkoba di Kalimantan Tengah harus dicegah sedini mungkin karena narkoba adalah musuh kita semua. Saat ini terdapat tiga titik sentral yang menjadi jalur awal peredaran narkoba di Kalteng, yaitu Kabupaten Lamandau, Gunung Mas, dan Kapuas,” jelas Brigjen Mada Roostanto.
Sementara itu, Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Kalteng, Eman Supriyadi, menyampaikan komitmennya untuk mendukung upaya BNNP Kalteng dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, khususnya di wilayah Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.
“Kami dari FRIC Kalteng siap membantu BNNP Kalteng untuk mencegah peredaran narkoba. Kami akan mulai dari wilayah yang lebih kecil terlebih dahulu, yakni Kecamatan Bukit Batu, karena terdapat beberapa titik yang perlu mendapat perhatian serius,” ujar Eman Supriyadi yang juga merupakan Pimpinan Redaksi exclusivenetwork.com.
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol Mada Roostanto juga menyampaikan rencana untuk mengundang Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat agar berkunjung ke Kalimantan Tengah dalam agenda tertentu.
“Saya berencana meminta kesediaan Kepala BNN Pusat untuk berkunjung ke Kalimantan Tengah. Nantinya akan kami koordinasikan lebih lanjut, dan tidak menutup kemungkinan kegiatan diskusi dapat dilakukan dengan suasana santai seperti ini,” tutupnya.
Diskusi ringan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat dalam upaya pencegahan serta pemberantasan peredaran narkoba di Kalimantan Tengah.
Sumber: Tim FRIC Kalteng






