Indramayu, Jawa Barat | Senin, 22 Desember 2025
Krimsus86.com,Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Dalam perjalanan panjang kehidupan, ada masa ketika kesabaran terasa menipis dan hati nyaris menyerah. Pada titik itulah keteguhan hati diuji dan kesabaran menemukan makna sejatinya.
Sebagai bagian dari proses kehidupan, kegagalan dan kekecewaan bukanlah akhir dari segalanya. Justru melalui proses yang perlahan dan penuh tantangan, manusia belajar untuk menerima, memahami, dan terus melangkah. Kesabaran dan keteguhan hati menjadi dua kekuatan utama yang menuntun seseorang tetap berdiri tegak di tengah badai kehidupan.
Kesabaran kerap disalahartikan sebagai sikap pasrah tanpa usaha. Padahal, kesabaran merupakan kekuatan batin yang mengajarkan bahwa setiap hal membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang. Dengan kesabaran, seseorang mampu mengelola emosi, menahan diri dari keputusan tergesa-gesa, serta belajar dari setiap proses yang dilalui.
Sementara itu, keteguhan hati menjadi fondasi penting dalam menjaga konsistensi perjuangan. Keteguhan bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang kesetiaan pada nilai, tujuan, dan kebenaran, meskipun dihadapkan pada tekanan dan ketidakpastian.
Bagi seorang jurnalis, kesabaran dan keteguhan hati adalah bagian dari perjuangan profesional. Menyampaikan kebenaran, menjaga integritas, dan tetap berpegang pada etika jurnalistik memerlukan ketahanan mental serta komitmen yang kuat.
“Keteguhan hati dalam kebenaran menjaga kehidupan tetap tegak,”tegas Wardono.
Melalui refleksi ini, diharapkan masyarakat, khususnya insan pers, dapat terus menumbuhkan kesabaran dan keteguhan hati sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan dan tantangan zaman.
Reporter: Wardono
Editor: Redaksi Krimsus86






