Krimsus86.com, Banyuasin, Sumatera Selatan | Hudhudnews.co – Pelayanan air bersih oleh PERUMDA Tirta Betuah di wilayah Kenten, Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, kembali menuai keluhan dari masyarakat. Warga menilai pelayanan yang diberikan selama bertahun-tahun belum menunjukkan perbaikan signifikan, sehingga menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan terhadap perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin.
Salah seorang warga, Adi, mengungkapkan bahwa permasalahan air bersih telah mereka rasakan sejak lama. Menurutnya, selama lebih dari 13 tahun bermukim di wilayah tersebut, suplai air dari PERUMDA Tirta Betuah sangat tidak menentu.
“Kami sudah berkali-kali mengeluhkan persoalan ini. Air dalam satu bulan kadang hanya mengalir dua kali, bahkan pernah sampai tiga minggu tidak mengalir sama sekali. Kalaupun mengalir, kondisi airnya keruh, berwarna kuning, dan berbau tidak sedap seperti air limbah,” ujar Adi.
Warga menduga air tersebut dialirkan tanpa proses penyaringan yang layak. Mereka juga mempertanyakan pengelolaan anggaran PERUMDA Tirta Betuah, khususnya terkait pemeliharaan dan kebersihan penampungan air.
Keluhan serupa disampaikan Syamsul Efendi, pengamat sosial lingkungan sekaligus penggiat olahraga bela diri Ju Jitsu yang telah lebih dari 10 tahun tinggal di Perumahan Bumi Mas, Talang Kelapa. Ia menyayangkan sikap petugas PDAM yang sempat viral karena melakukan ancaman pemutusan meteran, sementara kualitas pelayanan dinilai jauh dari layak.
“Seharusnya pemerintah daerah peduli karena air bersih adalah kebutuhan pokok masyarakat. Namun hingga kini keluhan kami seolah tidak pernah ditanggapi secara serius. Jika menunggak pembayaran, dikenakan denda bahkan sampai pencabutan meteran, padahal pelayanan yang diberikan sangat tidak sebanding,” tegas Syamsul.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat sebagai konsumen memiliki hak yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, termasuk hak untuk mendapatkan pelayanan yang layak dan aman.
“Air dari PDAM Tirta Betuah jangankan untuk diminum, untuk mandi saja sangat mengkhawatirkan. Banyak warga mengeluhkan anak-anak mereka mengalami gatal-gatal, penyakit kulit, hingga eksim,” tambahnya.
Selain itu, warga juga menduga adanya prioritas suplai air kepada pihak perusahaan dibandingkan kebutuhan masyarakat. Mereka berharap pemerintah daerah lebih mengutamakan kepentingan warga daripada kepentingan korporasi.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, awak media melakukan konfirmasi ke pihak cabang Kenten Laut melalui aplikasi WhatsApp. Pihak cabang menyatakan tengah melakukan pengecekan dan perbaikan. Namun, saat awak media menghubungi kantor pusat PERUMDA Tirta Betuah di Pangkalan Balai melalui sambungan telepon, tidak ada respons.
Konfirmasi selanjutnya dilakukan kepada Hendra Gunawan, S.T., M.M., selaku Direktur PERUMDA Tirta Betuah yang baru. Melalui pesan WhatsApp, ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait permasalahan di Talang Kelapa.
“Kami sudah mendapatkan informasi terkait kejadian tersebut. Petugas di lapangan telah menjalankan prosedur dengan memberikan beberapa kali peringatan dan imbauan, tidak serta-merta melakukan pencabutan meteran,” jelas Hendra.
Terkait distribusi air di wilayah Kenten, ia mengakui adanya keterbatasan suplai akibat kelebihan jumlah pelanggan sekitar 2.000 sambungan. Sementara soal kualitas air, Hendra menduga adanya kebocoran jaringan dan berjanji akan melakukan pengecekan serta monitoring secara berkala.
“Ke depan, kami berkomitmen melakukan perubahan yang lebih baik dalam pelayanan dan pendistribusian air bersih yang layak bagi masyarakat Kenten Talang Kelapa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa PERUMDA Tirta Betuah tengah berupaya bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait, termasuk melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, untuk menggandeng mitra guna meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Banyuasin.
Pewarta: Dapid KBR
Narasumber: Arwin






