Krimsus86.com, Palembang – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri apel besar bersama ribuan buruh dan pengemudi ojek online (ojol) yang mengusung tema “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” di Lapangan Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dengan komunitas pekerja serta pengemudi transportasi daring dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho beserta jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel. Turut hadir pula Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, serta Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya dengan penyematan rompi keamanan kepada perwakilan pengemudi ojek online dan buruh, yang dilanjutkan dengan deklarasi bersama “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae”. Deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dengan melibatkan komunitas pekerja sebagai mitra aktif dalam sistem community policing.
Dalam amanatnya, Kapolri mengajak seluruh komunitas ojol dan buruh untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.
“Kami mengajak seluruh komunitas ojol dan buruh untuk bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas di Bumi Sriwijaya. Sinergi ini adalah komitmen nyata demi Sumatera Selatan yang aman dan kondusif,” ujar Kapolri.
Kapolri juga menyoroti dinamika global, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi berdampak pada harga energi dan kondisi perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan serta stabilitas sosial.
Dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap pekerja transportasi berbasis aplikasi, Polri mendorong pemanfaatan layanan darurat 110 serta tengah mengembangkan fitur panic button khusus bagi para pengemudi ojek online.
Selain itu, Polri juga memberikan berbagai dukungan kepada komunitas buruh dan ojol, antara lain layanan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara, pembentukan Desk Ketenagakerjaan di tingkat Polda dan Polres, serta penguatan perlindungan pekerja termasuk jaminan kecelakaan kerja.
Pada kesempatan tersebut, secara simbolis juga diserahkan bantuan paket sembako kepada sekitar 5.000 masyarakat Sumatera Selatan yang tergabung dalam komunitas ojek online dan buruh.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolri juga memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat dengan menyediakan Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu di berbagai jalur mudik. Selain itu, Kapolri juga mendorong perusahaan aplikator transportasi daring untuk menyediakan program mudik gratis bagi para pengemudi.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan berbagai platform transportasi online seperti Maxim, Grab, Gocar, ShopeeFood, dan Gojek, serta sejumlah organisasi buruh di Sumatera Selatan, di antaranya KSPSI Sumsel 1973, KASBI Sumsel, KSPSI Sumsel AGN, SPPLNI-KPBI, dan NIKUEBA-KSBSI.
Usai kegiatan, seluruh peserta juga menerima bantuan bahan pokok berupa beras, gula, minyak goreng, dan mie instan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi membangun sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat.
“Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Pewarta:Dapid.KBR HUMED Krimsus86.com
Editor: Arwin FRIC Sumsel






