Kakorlantas Pastikan Kesiapan Bakauheni: Tambahan Pelabuhan, Empat Fokus Pengamanan, Perbaikan Jalan Rampung H-10

Krimsus86.com, Bakauheni, 26 Februari 2026 – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melaksanakan survei langsung ke sejumlah titik strategis di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Kamis (26/2), guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Survei dipimpin langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, bersama jajaran lintas kementerian dan pemangku kepentingan terkait, antara lain Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Jasa Raharja, serta PT ASDP Indonesia Ferry.

Berita Lainnya

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.45 WIB saat rombongan tiba di Pelabuhan Bakauheni. Selanjutnya, tim melakukan pengecekan ke Pelabuhan BBJ dan Pelabuhan Wika Beton untuk memastikan kesiapan dermaga, akses keluar-masuk kendaraan, hingga penerapan rekayasa lalu lintas.

Peninjauan juga dilakukan melalui jalur udara menuju Pelabuhan Indah Kiat sebagai bagian dari pemetaan menyeluruh lintasan penyeberangan Bakauheni–Merak.

Dalam keterangannya, Kakorlantas menyampaikan bahwa survei ini bertujuan memastikan seluruh simpul transportasi dan infrastruktur pendukung siap menghadapi lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

“Hari ini kami bersama seluruh stakeholder melaksanakan survei udara dan darat untuk memastikan kesiapan pelabuhan dan infrastruktur pendukung. Kami juga telah melakukan pengecekan di Pelabuhan BBJ dan Wika Beton. Terdapat penambahan satu pelabuhan, yakni Pelabuhan PT Sumur Makmur Abadi (SMA), sehingga distribusi kendaraan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan merata,” ujar Kakorlantas.

Empat Fokus Pengamanan Operasi Ketupat 2026

Operasi Ketupat 2026 mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dengan empat klaster utama pengamanan, yaitu:

Pengelolaan jalan tol

Pengelolaan jalan arteri

Pengamanan pelabuhan penyeberangan

Pengamanan tempat ibadah dan lokasi wisata

Korlantas Polri menegaskan komitmennya untuk memastikan perjalanan masyarakat, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara, berlangsung aman dan lancar hingga tiba di tujuan.

Optimalisasi Empat Dermaga

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat menyampaikan bahwa terdapat empat dermaga yang disiagakan, yakni pelabuhan utama ASDP, Pelabuhan BBJ, Pelabuhan Wika Beton sebagai pelabuhan pendukung, serta pelabuhan kontingensi PT SMA.

Optimalisasi Pelabuhan Wika Beton dan PT SMA akan difokuskan untuk kendaraan barang dan sepeda motor guna mengurai kepadatan di pelabuhan utama. Pelabuhan PT SMA juga dapat dimanfaatkan untuk kapal RoRo maupun Landing Craft Tank (LCT) yang mengangkut kendaraan barang dan roda dua.

Perbaikan Jalan Ditargetkan Rampung H-10

Dari sisi infrastruktur jalan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum memastikan perbaikan jalan nasional, baik tol maupun non-tol, ditargetkan rampung pada H-10 atau 10 Maret 2026.

Selain itu, pada ruas jalan tol disiapkan buffer zone untuk mendukung penerapan delay system di Pelabuhan Bakauheni maupun Merak guna mengantisipasi lonjakan kendaraan saat puncak arus mudik dan balik.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan juga memastikan seluruh pelabuhan yang dioperasikan telah melalui evaluasi dan memenuhi standar pelayanan minimal, dengan harapan operasional penyeberangan dapat berjalan optimal dan didukung kondisi cuaca yang kondusif.

Melalui survei langsung dan koordinasi lintas kementerian serta pemangku kepentingan, Korlantas Polri optimistis kesiapan sarana dan prasarana di lintasan Bakauheni–Merak mampu mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada Lebaran 2026 serta menjamin keselamatan dan kelancaran arus mudik dan balik.(Juniawan Biro lamsel)

Pos terkait