Krimsus86.com, Aceh Tenggara – Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara, Linda, diduga kurang responsif terhadap awak media yang berupaya melakukan konfirmasi terkait pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Dugaan ini mencuat setelah sejumlah wartawan mengaku mengalami kesulitan berkomunikasi, bahkan nomor WhatsApp mereka disebut kerap diblokir.
Seorang pewarta yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak mendapatkan tanggapan, dan justru berujung pada pemblokiran nomor kontaknya.
“Saya hanya ingin meminta konfirmasi terkait pelayanan kesehatan yang menjadi perhatian masyarakat, namun nomor saya diblokir,” ujar pewarta tersebut.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan awak media dan masyarakat, mengingat keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik. Media memiliki peran sebagai sarana penyampai informasi kepada masyarakat, sementara masyarakat berhak memperoleh informasi yang akurat dan berimbang terkait pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.
Sejumlah pihak menilai bahwa sikap tertutup terhadap media justru dapat menimbulkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya persoalan dalam pengelolaan anggaran maupun pelaksanaan program di bidang pelayanan kesehatan. Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak Kabid Pelayanan Kesehatan Aceh Tenggara terkait hal tersebut.
Awak media berharap pihak terkait dapat bersikap lebih terbuka dan komunikatif, sehingga setiap informasi yang berkembang di masyarakat dapat diklarifikasi secara langsung dan objektif.
Krimsus86.com akan terus melakukan pemantauan serta berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna memperoleh klarifikasi, demi menyajikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik.
Penulis: Al Fikri Selian
Editor: Tim Krimsus86.com






