Jabis Karawang Siap Pasang Badan Demi KDM: Askun ‘Asep Kuncir’ Tegaskan Perlawanan Hukum Hingga Titik Darah Penghabisan

 

Krimsus86.com/KARAWANG –
Suasana hangat siang di sebuah kantor hukum di Karawang berubah menjadi penuh tensi ketika Asep Agustian SH. MH—Koordinator sekaligus Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa (Jabis) Kabupaten Karawang—menyatakan sikap tegasnya.

Berita Lainnya

Dengan wajah serius namun penuh keyakinan, pria yang akrab disapa Askun itu memastikan akan membela Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), “habis-habisan” setelah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, publik dikejutkan oleh langkah berani Presidium KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) Karawang, H. Elyasa Budianto SH. MH, yang resmi melaporkan KDM terkait dugaan Tipikor proyek normalisasi dan dugaan abuse of power dalam pembongkaran bangunan liar di Karawang Barat.

Meski Elyasa merupakan salah satu advokat senior yang selama ini dihormatinya, Askun menegaskan bahwa hubungan personal tidak akan menggoyahkan komitmennya dalam membela KDM.

“Pak Elyasa lapor ke KPK, silakan, itu hak beliau. Tapi Tim Jabis Karawang tidak akan tinggal diam. Saya pastikan kami akan bela habis-habisan KDM. Kami dampingi sampai titik darah penghabisan,” ucap Askun lantang, Rabu (3/12/2025).

Praktisi hukum yang dikenal nyentrik itu bahkan menggambarkan semangat timnya seperti kerja keras KDM di lapangan.

“Perangkat Jabis Karawang akan terus jalan. Tidak kenal lelah dan waktu—seperti KDM yang siang malam turun ke masyarakat,” tegasnya.

12 Advokat, 4 Tim, Satu Komando
Askun menjelaskan struktur Jabis Karawang yang terdiri dari 12 advokat berdasarkan SK Tim Hukum Jabar Istimewa Nomor: 012/YTHJI/KPTS/V/2025. Mereka dibagi menjadi empat tim agar fokus dalam penanganan berbagai perkara.

Nama-nama yang kerap terlihat mendampingi KDM—baik di lapangan maupun dalam proses hukum—antara lain Syarifudin SH. MH selaku Koordinator Lapangan, beserta anggotanya: Ujang Suhana SH, Pontas Hutahaen SH, dan Iwan Kurniawan SH. MH.

“Saya bagi menjadi empat tim supaya penanganan lebih efektif. Perkara yang ditangani Jabis bukan hanya satu atau dua. Semua anggota juga bagian dari PERADI Karawang yang saya pimpin,” ungkapnya.

Alasan Askun Jarang Muncul di Publik
Di balik sorotan publik, ternyata Askun memilih langkah berbeda. Ia jarang muncul mendampingi KDM secara langsung, sebuah keputusan yang, menurutnya, sudah dipertimbangkan dengan matang.

“Saya belum pernah bertemu apalagi dekat dengan KDM. Saya ingin memberi ruang bagi teman-teman advokat lain untuk berbuat di masyarakat. Mereka yang tampil, saya cukup mem-backup dari belakang,” jelasnya.

Dengan nada rendah hati, ia menegaskan fokusnya pada dukungan strategis dari perspektif hukum PERADI, serta menjaga koordinasi dengan Ketua Tim Jabis Jawa Barat.

Keyakinan pada Objektivitas KPK
Terkait laporan KAMI, Askun menyampaikan keyakinannya bahwa KPK akan bersifat objektif dan profesional dalam proses penyelidikan.

“Namanya juga baru laporan, pasti diterima. Tapi KPK akan mengkaji dulu, apakah tanah yang dipersoalkan itu hak milik atau tanah negara. Lalu soal abuse of power, apakah benar KDM bertindak sendiri, karena setahu kami sudah ada MoU dengan PJT II, Jasa Marga, dan BBWS,” terang Askun.

Menurutnya, pekerjaan KDM di Karawang Barat sejatinya luar biasa dan semestinya mendapatkan apresiasi, bukan sebaliknya.

“Harusnya kita berterima kasih.”
Perseteruan Menghangat: Jabis Siap Lapor Balik

Ketegangan makin meningkat ketika Elyasa juga melaporkan Kades Wadas, H. Junaedi, ke Polres Karawang atas dugaan penyerobotan lahan dalam proyek normalisasi Pemprov Jabar.
Mendengar itu, Askun langsung merespons dengan langkah tegas: Jabis telah menyiapkan 20 advokat untuk menghadapi perkara tersebut. Bahkan, pihaknya memastikan akan melaporkan balik Elyasa Budianto.

“Akhirnya sama-sama saling melaporkan. Ya, nanti diuji saja oleh APH—siapa yang benar, siapa yang keliru,” tandasnya.

Di tengah memanasnya dinamika politik dan hukum di Karawang, sikap tegas Askun dan Jabis Karawang menandai babak baru dalam perjalanan kasus yang menyeret nama besar seorang gubernur. Publik kini menanti, ke mana arah angin keputusan hukum akan bergerak, dan siapa yang akhirnya akan berdiri di ujung benar dari pusaran polemik ini.

(Red)*

Pos terkait