Krimsus86.com – Indramayu, 5 Desember 2025 — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan komunikasi langsung dengan Bupati Indramayu Lucky Hakim untuk menindaklanjuti kondisi banjir yang menerjang dua desa di wilayah Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu. Percakapan tersebut berlangsung saat Gubernur Dedi tengah berada di Bandara Sibolga, Sumatera Utara, sebagaimana terekam dalam video resmi yang diterima Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dalam sambungan telepon tersebut, Gubernur Dedi menekankan pentingnya penanganan banjir secara komprehensif dan tuntas. Dua desa yang terdampak merupakan kawasan yang kerap mengalami banjir rob saat musim hujan.
“Banjir ini tidak boleh terus berulang. Saya ingin penanganan yang serius dan tuntas. Untuk dua desa tersebut, Bupati segera koordinasikan langkah teknisnya,” tegas Gubernur Dedi.
Bupati Indramayu Lucky Hakim melaporkan bahwa banjir disebabkan oleh rob yang datang berulang, ditambah luapan air sungai yang meningkatkan ketinggian genangan. Menurutnya, Pemkab Indramayu telah memulai pengerukan di bantaran sungai, namun terkendala oleh ratusan warga yang menolak relokasi.
“Rob memang sering terjadi, datang berulang. Kondisinya diperparah oleh debit air dari hilir sungai. Pengerukan sudah dilakukan, tetapi terkendala karena masih banyak warga bantaran sungai yang menolak dipindahkan,” jelas Lucky.
Selain itu, terdapat kendala terkait penggunaan lahan milik koperasi yang menjadi akses menuju permukiman warga, sehingga memerlukan izin penggunaan.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Dedi meminta agar Pemkab Indramayu segera mendata warga yang tinggal di bantaran sungai. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan memberikan dukungan berupa bantuan kompensasi sebesar Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak hunian sementara.
“Tolong data 200 rumah tersebut, kirimkan ke saya. Saya siapkan bantuan Rp10 juta per keluarga untuk biaya kontrak tempat tinggal sementara,” ujar Gubernur Dedi.
Terkait lahan koperasi, Gubernur Dedi mendorong Bupati agar segera berkomunikasi dengan pihak terkait untuk membuka peluang pinjam pakai atau hibah demi kepentingan umum.
“Kalau lahan itu bisa dihibahkan ke Pemprov, akan kami rawat dan ditinggikan untuk penanggulangan banjir,” tambahnya.
Gubernur Dedi menekankan bahwa upaya penanganan banjir harus melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah, lembaga teknis, serta masyarakat.
“Jangan hanya membuat drama bencana, tetapi ketika solusi diberikan malah menyulitkan. Semua pihak harus ikut terlibat dan mendukung,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen terus berkoordinasi dengan Pemkab Indramayu serta instansi terkait untuk percepatan penanganan banjir rob dan mitigasi bencana di wilayah pesisir.
Sumber: Pemkab Indramayu
Pewarta:Wardono. HS.S.E
Editor:Media krimsus86.com






