Gema Wahyu di Singgasana Raja: Tradisi Khatam Al-Qur’an Negeri Hila Pasca Lebaran

Krimsus86.com Hila, 22 Maret 2026 – Suasana khusyuk dan penuh keberkahan menyelimuti Rumah Raja Negeri Hila dalam pelaksanaan tradisi Khatam Al-Qur’an yang digelar usai perayaan Idul Fitri. Kegiatan ini menjadi bagian dari warisan budaya religius yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.

Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh tokoh agama, pemangku adat, serta keluarga besar Rumah Raja. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema, menciptakan nuansa spiritual yang mendalam sebagai wujud rasa syukur atas kekuatan dan keteguhan menjalani ibadah selama bulan suci Ramadhan.

Berita Lainnya

Khatam Al-Qur’an di Rumah Raja Negeri Hila tidak sekadar menjadi penanda selesainya pembacaan 30 juz Al-Qur’an, tetapi juga memiliki makna filosofis dan religius yang kuat. Tradisi ini mencerminkan perpaduan harmonis antara nilai adat dan syariat Islam yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Beberapa nilai utama yang terkandung dalam tradisi ini antara lain:

Konsistensi Ibadah: Menegaskan bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an harus terus terjaga meskipun bulan Ramadhan telah berlalu.

Keberkahan Negeri: Memohon perlindungan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat melalui lantunan kalam Ilahi yang dibacakan di pusat kepemimpinan adat.

Penguat Silaturahmi: Menjadi momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan dalam bingkai keimanan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan doa bersama untuk keselamatan dan kemakmuran negeri, yang kemudian dilanjutkan dengan jamuan sederhana sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur.

Di tengah perkembangan zaman yang kian modern, tradisi Khatam Al-Qur’an di Rumah Raja Negeri Hila tetap menjadi simbol kuat identitas dan jati diri masyarakat. Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan suatu negeri terletak pada komitmennya dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan warisan leluhur.

Pewarta: Erwin B. Ollong

Editor: Media Krimsus86.com

Pos terkait